Sabtu, 22 Februari 2020

Harga Rokok Melambung Tinggi, Pedagang Tembakau Mole Menanti Limpahan Rezeki

- 2 Januari 2020, 20:07 WIB
SEORANG pedagang menunjukkan beberapa bungkus rokok jualannya di warungnya di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Rabu, 1 Januari 2020. Kenaikan harga rokok membuat pedagang tembakau mole kelimpahan rezeki.* /ARIF HIDAYAH/PR

Disinggung tentang cukai tembakau, Lukman menjelaskan, meski cukai tembakau tidak mengalami kenaikan, kondisi usaha para pengolah tembakau kini dinilai berat. Kondisi itu, terbebani PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang relatif tinggi dan memberatkan pengusaha. PPN yang diterapkan pemerintah saat ini mencapai 9,1% dari batas minimal omzet tembakau senilai Rp 4,8 miliar/tahun.

Supaya tidak memberatkan, idealnya batas minimal omzet penjualan tembakau dinaikkan dua kali lipat. Dari yang sekarang Rp 4,8 miliar dinaikan menjadi sekitar Rp 10 miliar/ tahun.  “Kalau batas minimal omzetnya dinaikkan menjadi Rp 10 miliar/tahun, tidak terlalu memberatkan dengan PPN 9,1%,” katanya.

Ia mengatakan, omzet penjualan tembakau di perusahaannya mencapai sekitar Rp 10 miliar/tahun. Dengan beban cukai tembakau Rp 10/gram ditambah PPN dan PPh (pajak penghasilan), biaya yang harus dibayar dalam setahun mencapai sekitar  Rp 500 juta.

“Biaya sebesar itu, cukup memberatkan kami sebagai pengolah tembakau, ” ujar Lukman.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X