Senin, 24 Februari 2020

Produk untuk Anak Sekolah Banyak Dibajak, Produsen Kerudung Rabbani Mengeluh Kerugian 30 Persen

- 28 Desember 2019, 18:37 WIB
ASISTEN Direktur Rabbani, Ridwanul Hakim, sedang menjelaskan karakter koleksi produk Rabbani 2020 di Aula Rabbani Holding, Jalan Citarum, Bandung, Sabtu, 28 Desember 2019.* /AI RIKA RACHMAWATI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Maraknya pembajakan menjadi ancaman besar bagi pasar produk busana muslim Indonesia.

Demikian juga yang dirasakan produsen kerudung Rabbani, yang memandang serbuan produk impor asal Tiongkok dan pembajakan jadi masalah serius.

Apalagi, banyak kasus pembajakan yang dilakukan secara masif dengan kapasitas produksi yang besar.

Baca Juga: Rabbani Beri Penjelasan Tentang Iklan Kambing Berhijab yang Viral di Media Sosial

Demikian diungkapkan Asisten Direktur Rabbani, Ridwanul Hakim, pada Konferensi Pers Tren dan Outlook Produk Rabbani 2020 di Aula Rabbani Holding, Jalan Citarum, Bandung, Sabtu, 28 Desember 2019.

Menurut dia, secara finansial, potensi kerugian yang diderita Rabbani dari pembajakan mencapai lebih dari 30%.

"Produk kami yang banyak dibajak adalah produk unggulan kerudung sekolah," ujarnya.

Selain kerugian finansial, menurut dia, Rabbani juga kerap mendapatkan keluhan masyarakat terkait kualitas produk bajakan. Padahal, produk tersebut bukan diproduksi dan dipasarkan oleh Rabbani.

Baca Juga: Terinspirasi Gunung Pelangi, Busana Muslim Karya Temmi Menuju Pentas Dunia

"Untuk memberantas pembajakan ini kami sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian. Sejauh ini sudah ada tiga yang ditindak. Dua diantaranya memiliki kapasitas produksi hingga ribuan pcs per bulan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X