Faktor Pemahaman Kendala Utama dalam Upaya Penerbitan Obligasi Daerah

- 22 Desember 2019, 16:59 WIB
Seminar Nasional Obligasi Daerah Provinsi Jawa Barat 2019 bertema “Inovasi Pembiayaan untuk Akselerasi Pembangunan di Jawa Barat”, di Bandung, Sabtu, 21 Desember 2019.* /YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

PIKIRAN RAKYAT - Faktor pemahaman dan persepsi mengenai utang masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah.

Sementara di sisi teknis, semua hal yang berkaitan dengan penerbitan instrumen tersebut telah diselesaikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat Ir. Hoesen, MM, mengatakan sejak beberapa waktu terakhir pihaknya berupaya meningkatkan pemahaman mengenai obligasi daerah sebagai alternative pembiayaan.

Baca Juga: Sepertiga Dana Transfer Daerah Mengendap di Bank

Mengingat kebutuhan infrastruktur enam kali lipat lebih besar dibandingkan kemampuan daerah untuk meminjam.

Peningkatan pemahaman tersebut, diakuinya sangat penting karena kendala utamanya terletak di aspek tersebut.

“Kendalanya soal pemahaman mengenai hutang. Ini persoalan persepsi saja karena periode pejabat pemerintah ada waktunya, misalnya tiga tahun lagi akan selesai masa jabatannya namun akan menerbitkan hutang yang usianya lima tahun. Kemudian, karena belum pernah berhutang takut bertanggung jawab, takut salah. Kekhawatiran ini yang dipermasalahkan,” katanya saat Seminar Nasional Obligasi Daerah Provinsi Jawa Barat 2019 bertema “Inovasi Pembiayaan untuk Akselerasi Pembangunan di Jawa Barat”, di Bandung, Sabtu, 21 Desember 2019.

Kegiatan diselenggarakan Laboratorium Manajemen dan Bisnis (LM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran.

Turut hadir sebagai pembicara Wakil Ketua DPRD Jabar H. Oleh Soleh, SH. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi, S.T., MBA., MM., serta Dekan FEB Unpad Yudi Azis, S.E., S.Si., ST., MT., Ph.D. Bertindak sebagai moderator Direktur LM FEB Unpad Dr. Hj. Umi Kaltum, S.E., M.Si.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X