Selasa, 26 Mei 2020

Himsataki Keberatan Modal Bertambah Jadi Rp 5 Miliar

- 18 Desember 2019, 16:19 WIB
ILUSTRASI tenaga kerja.* /DOK. PR

PIKIRAN RAKYAT - Himpunan Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) meminta kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah untuk menunda kenaikan ketentuan modal Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) menjadi Rp 5 miliar dan deposito Rp 3 miliar pada awal Januari 2020. Sebelumnya, modal perusahaan di akta itu Rp 3 miliar dan deposito Rp 1,5 miliar.

"Ketentuan itu dirasakan memberatkan, karena P3MI sudah 8 tahun tidak beroperasi akibat kebijakan moratorium. Apalagi belum ada kepastian berusaha dengan dibukanya kembali penempatan ke kawasan Timur Tengah," kata Ketua Umum Himsataki, Yunus Yamani dalam pernyataan resmi yang ditujukan kepada Menaker Ida Fauziyah, di Jakarta, Rabu 18 Desember 2019.

Masalah lain yang disampaikan Himsataki juga soal isu terkini meyangkut beberapa regulasi yang tidak bisa dilaksanakan, dan situasi yang dihadapi pelaku usaha penempatan pekerja migran Indonesia.

Baca Juga: Gandasari Coffee: Racikan Mantan PMI, Kopi Tradisional Indonesia Ini Tembus Pasar Amerika dan Eropa

Yunus mengemukakan, pihaknya berharap masukannya tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Menteri Ketenagakerjaan agar dalam menjalankan kebijakannya sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo. Kebijakan itu untuk menciptkan iklim berusaha yang kondusif dengan memangkas aturan-aturan yang memberatkan dunia usaha.

Hal itu ditekankan karena belakangan ini para pengusaha penempatan PMI kecewa terhadap beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan yang dirasakan diskriminatif, menciptakan monopoli dan hanya menguntungkan kelompok usaha tertentu. 

Yunus menyebut contoh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 291 tahun 2018 soal kebijakan penempatan satu kanal ke Arab Saudi yang hanya menunjuk 57 perusahaan.

 

Atas permasalahan tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Ketenagakerjaan, Soes Hindarno belum memberikan tanggapannya.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X