Sabtu, 4 April 2020

Produk Hijau Digandrungi Pasar Global, Ekspor Produk UMKM Terus Melandai

- 15 Desember 2019, 20:52 WIB
PRODUK UMKM.* /ANTARA

 

BANDUNG, (PR).- Kontribusi usaha mikro kecil menengah (UMKM) terhadap ekspor terus melandai. Padahal, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dan serapan tenaga kerja terus meningkat.

Senior Expert Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Bandung yang juga Sekretaris Sekretaris Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar, Helma Agustiawan, menilai, untuk mendongkrak ekspor, UMKM harus memiliki value global chain. Salah satunya dengan bertransformasi ke arah ekonomi hijau.

"Produk hijau saat ini sedang digandrungi pasar global. Di mana-mana permintaannya adalah produk hijau," katanya.

Baca Juga: Konsumen Online Jauh Lebih Konsumtif, UMKM Harus Bertransformasi ke Digital

Seperti diketahui, saat ini kontribusi UMKM terhadap ekspor nonmigas turun menjadi sebesar 14,17%. Padahal, pada paruh pertama 2018 kontribusinya masih mencapai 15,8%.

loading...

Dibanding sejumlah negara ASEAN pun kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor lebih kecil. Kontribusi ekspor UMKM di Thailand mencapai 35%, Malaysia 19%, Vietnam dan Filipina 20%.

Apalagi jika dibandingkan dengan Cina yang sebagian besar UMKM-nya berorientasi ekspor, dengan kontribusi mencapai 70%. Korea Selatan 60% dan Jepang 55%.

Oleh karena itu, menurut Helma, UMKM harus segera merambah ekonomi hijau, dimulai dari penggunaan kemasan ramah lingkungan.

Baca Juga: 500 Pelaku UMKM Direkrut Jadi Peserta BP Jamsostek

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X