Selasa, 28 Januari 2020

Impor Katalis untuk Industri hingga 500 Juta Dolar, Pertamina Bangun Pabrik Sendiri

- 13 Desember 2019, 16:00 WIB
KILANG Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai dalam proses perbaikan pasca kejadian salah satu turbin penggerak kelistrikannya mengalami kerusakan di Dumai, Riau, Rabu 11 Desember 2019.* /ANTARA FOTO


JAKARTA, (PR). - Gaet PT Pupuk Kujang dan ITB, PT Pertamina (Persero) melakukan Joint Venture Framework Agreement, untuk pengembangan pabrik katalis.

Melalui kerja sama ini, diharapkan angka impor katalis ke Indonesia bisa menurun.

Heru mengatakan, hingga kini Indonesia masih mengimpor katalis untuk industri di dalam negeri hingga 500 juta Dolar AS per tahun. Dengan adanya pengembangan pabrik tersebut, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor katalis.

"Katalis menjadi sebuah inovasi yang sangat bermanfaat bagi industri migas Indonesia, mengingat saat ini kebutuhan katalis harus diimpor hingga mencapai 500 juta Dolar AS per tahun. Oleh karena itu, Pertamina sangat mendukung pengembangan pabrik katalis dalam skala industri. Adanya pabrik tersebut nantinya dapat menekan impor katalis tersebut," ujar Heru, Jumat, 13 Desember 2019.

Katalis merupakan suatu zat yang digunakan dalam proses pengolahan produk migas. Zat itu berfungsi untuk mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu.

Baca Juga: Jokowi-Ahok Reunian di Istana, Ngobrol Dekat Soal Impor Migas

Dengan memiliki pabrik katalis sendiri, Heru mengatakan, Indonesia bisa mandiri dalam bidang teknologi proses dan menciptakan ketahanan energi. Salah satunya melalui pengembangan energi terbarukan seperti penggunaan minyak kelapa sawit.

Heru mengatakan, saat ini Pertamina bersama Institut Teknologi Bandung telah mengembangkan katalis HS dengan kualitas yang sangat baik.

"Kilang kan mempunyai risiko yang sangat tinggi dan kompleks. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan katalis dengan kualitas tinggi agar tidak mengganggu proses kerja kilang tersebut. Katalis HS mempunyai kualitas tersebut," ucap Heru.

Dukungan pengembangan pabrik katalis ini juga melibatkan PT Pupuk Kujang. Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kujang Hanggara Patrianta mengatakan, pihaknya akan menyediakan lahan untuk rencana pengembangan pabrik katalis tersebut.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X