Selasa, 28 Januari 2020

Mata Uang Asia Naik, Rupiah Menguat 0,45 Persen

- 13 Desember 2019, 15:57 WIB
ILUSTRASI Kopi /KEMENKEU

PIKIRAN RAKYAT - Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan perubahan rupiah hari ini salah satunya karena The Federal Reserve.

Dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari ANTARA, The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen.

“Pasar berbunga-bunga mendengar pernyataan Powell saat konferensi pers usai rapat” ujar Ibrahim.

Baca Juga: Pos Indonesia Laksanakan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni dan Penyediaan Sarana Air Bersih

“Dia mengatakan masa depan perekonomian Negeri Paman Sam cukup cerah” lanjutnya.

Pertemuan pertama ECB di bawan pimpinan Christine Lagarde di anggap akan membuat keran uang terbuka lebar.

Namun investor penasaran akan informasi konfrensi pers pasca pertemuan pertama untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perombakan kebijakan yang lebih luas.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar Bank Jakarta pada Kamis menguat disaat banyaknya mata uang regional Asia yang naik.

Baca Juga: Pos Indonesia Jalin Kerja Sama dengan SiCepat dan Haistar

Pada Jumat pagi kurs rupiah menguat disaat mendekatnya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Halaman:

Editor: Alza Ahdira

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X