Senin, 27 Januari 2020

Tahun 2020 Bisnis Properti Banyak Tantangan, Insentif Pemerintah Akan Banyak Berperan

- 10 Desember 2019, 19:59 WIB
FOTO udara perumahan real estate di Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa, 19 November 2019.* /ANTARA

JAKARTA, (PR).- Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan untuk mendorong pembiayaan properti di tengah ancaman perlambatan ekonomi nasional dan ancaman resesi ekonomi global.

Namun demikian, di balik banyaknya tantangan itu masih ada sejumlah peluang karena sektor properti diprediksi masih menggeliat karena sejumlah insentif yang diberikan pemerintah.

"Insentif dari pemerintah itu mulai dari kuota bantuan pembiayaan perumahan, insentif perpajakan hingga penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan pelonggaran Loan to Value atau LTV yang meringankan uang muka yang wajib disetor konsumen untuk mengakses KPR," kata Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nixon L.P Napitupulu pada seminar Property Outlook 2020 yang digelar Bank BTN menyambut HUT KPR ke 43 di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

Baca Juga: Lebih Stabil, Alasan UKM Sebaiknya Segera Buka Online Shop Ketimbang Jualan Offline di 2020

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko D Heripoerwanto tampil sebagai keynote speaker. Pembicara terdiri dari Direktur- Grup Kepala Korporasi & Rumah Tangga Bank Indonesia (BI) Clarita Ligaya Iskandar, Direktur PUPR Moch Yusuf Hariagung, pengamat ekonomi Indef Aviliani, dan Direktur Ciputra Development Tbk Harun Hajadi.

Menurut Nixon, perbankan pada umumnya bersikap lebih hati-hati dalam menghadapi tahun 2020 karena masih ada tantangan likuiditas dan tekanan dari kredit bermasalah sehingga laju pertumbuhan kredit termasuk untuk sektor properti kami proyeksikan hanya akan tumbuh single digit.

Nixon menilai, pertumbuhan kredit properti seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi maupun non subsidi, serta kredit agunan rumah dan kredit pembangunan rumah akan tumbuh single digit.

Hal itu karena sejumlah faktor, di antaranya anggaran pemerintah untuk subsidi perumahan yang terbatas.

Seperti diketahui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyatakan, APBN menganggarkan Rp 11 triliun untuk memfasilitasi subsidi pembiayan 102.500 unit pada tahun 2020.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X