Utang Luar Negeri Indonesia Rp 5 Ribu Triliun, Ekonom Sebut Masih Aman

- 10 Desember 2019, 14:15 WIB
PETUGAS menghitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing, di Jakarta, belum lama ini.* /Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR). - Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia, Ryan Kiryanto mengatakan, utang luar negeri Indonesia berkisar Rp 5 ribu triliun.

Namun Indonesia masih memiliki kemampuan untuk membayarnya.

Dia memandang, utang luar negeri masih berada di batas aman karena masih berkisar 29 % dari Produk Domestik Bruto. Angka tersebut masih berada di bawah batas toleransi utang sebesar 60%.

Menurut dia, secara nominal memang tergolong besar. Namun, jika dibandingkan penghasilan yang didapatkan justru lebih besar daripada utang yang dilakukan oleh pemerintah, bank sentral, dan swasta.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Melambat pada Mei 2019

"Memang kalau dilihat rupiahnya terlihat besar senilai Rp 5 ribu triliun. Namun kita revenuenya Rp 15 ribu triliun. secara persentase itu masih jauh berada di bawah batas toleransi sebesar 60 %," ujar dia saat pelatihan wartawan Bank Indonesia, Senin 9 Desember 2019.

Ryan mengatakan, omnibus law yang sedang digodok pemerintah diyakini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. "Pada 2020 ada jurus sakti omnibus law unuk penciptaan lapangan kerja dan juga perpajakan, " tuturnya.

Dia memprediksi, pertumbuhan ekonomi tersebut bisa mencapai 5,2 % dengan dorongan dari omnibus law. Sementara inflasi berada di kisaran rendah sebesar 3 %.

Baca Juga: Menteri Pertanian Ungkap Cadangan Beras Nasional dan Peluang Ekspor

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X