Senin, 27 Januari 2020

Pasar Produk Hijau di Indonesia Meningkat, Regulasi Pemerintah Masih Belum Konsisten

- 9 Desember 2019, 15:54 WIB
AGUS Suherman (47) di di bengkel pembuatan pot kayu miliknya, di Kampung Sukamanah, RT 3 RW 11, Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 21 Februari 2019.*/HENDRO HUSODO/PR /Hendro Susilo Husodo

BANDUNG (PR)- Dalam tiga tahun terakhir pasar produk hijau (green product) di Indonesia tumbuh hingga lebih dari dua kali lipat.

Pada periode tersebut sejumlah pelaku usaha hijau mencatat peningkatan omzet dari Rp 800 juta menjadi Rp 2 miliar.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM), Aman Suparman, pada West Java Green Festival 2019 dan Closing Project Asian Cleantech MSME Financing Network (ACMFN) di El Royal Hotel, Jln. Merdeka, Bandung, Senin 9 Desember 2019.

Baca Juga: Satu-satunya TPAS di Sukabumi Akan Overload dan Tidak Digunakan Lagi

Ia mengatakan, produk hijau akan menjadi salah satu tren pada 2020.

"Ada tiga hal yang akan menjadi tren tahun depan. Ekonomi digital, ekonomi syariah atau halal, dan ekonomi hijau atau green econony," tuturnya.

Terus meningkatnya pasar ekonomi hijau di Indonesia, menurut dia, karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan lingkungan hidup. Di pasar global tren produk hijau sudah terjadi sejak lama dan berlangsung lebih masif.

Baca Juga: Kisruh Pemecatan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI, Komisi I DPR Beri Waktu Tiga Bulan

"Konsep ekonomi hijau bukan hanya diadopsi sektor makanan dan minuman. Industri kendaraan bermotor pun menerapkan konsep ekonomi hijau melalui mobil listrik," tutur Aman.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X