Kamis, 4 Juni 2020

Di Cilegon, Jokowi Soroti Bahan Petrokimia Impor yang Goyahkan Neraca Perdagangan

- 6 Desember 2019, 17:24 WIB
PRESIDEN Joko Widodo memberi sambutan saat meresmikan pabrik baru polyethylene CAP di Cilegon, Jumat 6 Desember 2019.* /ANTARA

CILEGON, (PR).- Selain minyak dan gas, petrokimia merupakan salah satu sektor yang berkontribusi kepada defisitnya neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan Indonesia.

Petrokimia merupakan bahan baku kebutuhan sehari-hari, seperti peralatan rumah tangga, kemasan makanan hingga kabel.

Presiden Joko Widodo mengatakan tentang banyaknya bahan petrokimia impor sehingga berpengaruh kepada defisitnya neraca perdagangan ketika meresmikan beroperasinya pabrik polyethylene di Cilegon, Banten, Jumat 6 Desember 2019. Pabrik polyethylene itu dibangun oleh Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Presiden mengapresiasi investasi yang dilakukan untuk pembangunan pabrik baru tersebut yang hasil produksinya dapat dijadikan produk substitusi impor.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Kota Cilegon

Sebagaimana diketahui, impor minyak dan gas serta petrokimia untuk kebutuhan industri nasional masih terlampau besar sehingga memberatkan neraca perdagangan.

“Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh negara kita ini adalah defisit transaksi berjalan, juga yang namanya defisit perdagangan. Karena barang-barang yang kita produksi di dalam negeri bahan bakunya kebanyakan masih impor. Termasuk di dalamnya adalah yang paling besar adalah petrokimia dan juga yang namanya impor minyak dan gas,” ucapnya.

PRESIDEN Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) berbincang dengan Founder PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) Prajogo Pangestu (kedua kanan), disaksikan Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra (kiri) usai meresmikan pabrik baru polyethylene CAP di Cilegon, Jumat 6 Desember 2019.*
PRESIDEN Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) berbincang dengan Founder PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) Prajogo Pangestu (kedua kanan), disaksikan Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra (kiri) usai meresmikan pabrik baru polyethylene CAP di Cilegon, Jumat 6 Desember 2019.*

Presiden mengatakan, berdasarkan data yang diterima, kebutuhan domestik polietilena sebagai bahan baku industri mencapai 2,3 juta ton per tahun.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X