Kamis, 20 Februari 2020

Iklim Usaha 2020 Diprediksi Labil, UMKM Harus Kerja Keras

- 5 Desember 2019, 19:16 WIB
PENGUNJUNG melihat produk kerajinan dari bahan koran bekas saat Gebyar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Juara di lapangan Kampus IPB, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 28 September 2019.* /ANTARA

Upaya bertahan

Perlunya partisipasi dari pemerintah, kata Nilam, agar UMKM bisa berkembang atau setidaknya bisa bertahan.

Apalagi, jumlah UMKM di Indonesia sebenarnya terus bertambah. Namun, penambahan UMKM itu tidak diikuti dengan inovasi dan peningkatan daya saing.

“Mungkin yang jadi masukan ke pemerintah adalah UMKM itu kalau boleh memang harus diarahkan bagaimana mereka tidak hanya menjual barang, karena sekarang UMKM kita hanya fokus menjual barang. Ketika menjual barang, kita hanya mendapatkan margin sebagai barang yang kita jual saja. Padahal the real capital yang bisa didapat adalah ketika kita menambahkan value dari sebuah bisnis itu sendiri,” katanya.

Nilam meminta masyarakat yang bergerak di UMKM agar tetap mempertahankan budaya Indonesia. Ia merasa saat ini makanan dari Korea bisa menyerbu Indonesia dimulai dari budaya KPOP yang banyak digandrungi orang Indonesia.

"Mungkin yang bisa kita lakukan ke depan adalah bagaimana mengemas budaya Indonesia dengan potensi bisnis Hak Kekayaan Intelektual yang kita jual ke luar negeri,” tutur Nilam.

Pada FGD itu terungkap bahwa Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyiapkan strategi untuk membantu mendorong ekspor nasional di 2020. Beberapa komoditas dinilai bisa menopang kinerja perdagangan.

Sekretaris Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Daniel Asnur, mengatakan ada komoditas unggulan dari UMKM yang diharapkan mendorong kontribusi ekspor.

Beberapa komoditas itu antara lain  udang. Menurut dia, harga udang di pasar internasional diprediksi meningkat. Apalagi, konsumsi udang pada 2030 bisa mencapai 30 juta ton.

"Kontribusi udang yang cukup besar terhadap eskpor sebesar 30 sampai 40 persen. Potensi ekspor ke USA, Jepang, ASEAN , Tiongkok,” kata Daniel.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X