Senin, 24 Februari 2020

Bawang Merah Jadi Biang Inflasi di Tasikmalaya

- 5 Desember 2019, 10:06 WIB
ILUSTRASI.* /NURHANDOKO WIYOSO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 0,07 persen (mtm) pada November 2019. Inflasi tersebut disumbang dari kenaikan harga bawang merah serta ayam ras ‎akibat terbatasnya pasokan selepas program pemusnahan DOC atau bibit ayam oleh pemerintah.

Di tingkat provinsi, inflasi Jawa Barat tercatat 0,22 persen (mtm) dan inflasi nasional tercatat 0,14 persen (mtm).

"Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun berjalan Kota Tasikmalaya November 2019 adalah 1,38 persen (ytd)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Desember 2019.

Adapun secara tahunan, Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 1,64 persen (yoy), terendah di Jawa-Bali dan terendah dalam 10 tahun terakhir. 

Pada November 2019, kenaikkan harga bawang merah punya andil terhadap inflasi Kota Tasikmalaya. "Sama dengan kondisi nasional, kenaikan harga bawang merah disebabkan menurunnya pasokan karena sisa pasokan dari panen triwulan III sudah menipis dan memasuki musim hujan sehingga meningkatkan risiko gagal tanam," ucap Heru.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat, Wakil Menkeu: Itu Terbilang Baik

Hal serupa terjadi pada komoditas daging ayam ras. Harga daging ayam ras melonjak lantaran pasokannya terbatas setelah program pemusnahan (culling program) DOC atau bibit ayam ‎pada September 2019. Sementara permintaan daging ayam ras meningkat menjelang akhir tahun. Terakhir, harga beras pun mulai naik karena persediaan berkurang sebagai dampak musim tanam.

Di sisi lain, tekanan kenaikkan harga tertahan oleh normalisasi harga cabai merah, rawit, hijau karena mulai tercukupinya pasokan di pasar. Selain itu, harga jengkol dan petai juga masih menurun karena permintaan yang rendah.

Di luar kelompok bahan makanan, penurunan juga dialami harga emas perhiasan. BI Perwakilan Tasikmalaya memprediksi inflasi kembali terjadi pada Desember 2019. Secara historis, inflasi tersebut didorong kenaikan konsumsi rumah tangga pada akhir tahun dan kenaikan konsumsi pemerintah untuk penyelesaian proyek pembangunan.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X