Senin, 20 Januari 2020

Lima Pesantren Asal Jabar Kebanjiran Pesanan Produk dari Eropa, Afrika, dan Asia

- 3 Desember 2019, 18:45 WIB
Lima Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) peserta One Pesantren One Product (OPOP) yang dikirim Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) ke ajang World Halal Summit (WHS) sukses menjaring sejumlah perusahaan besar untuk mengikat komitmen bisnis.* /AI RIKA RACHMAWATI/PR

Sebagai pengelola wisata halal, dia dituntut untuk memberikan layanan ramah lingkungan.

“Saya melihat keranjang bambu ini bagus sebagai wadah untuk souvenir. Kami perlu untuk souvenir pernikahan karena kami juga punya usaha wedding organizer. Bahannya unik dan tentu ramah lingkungan,” katanya.

Perwakilan Husnul Khotimah, Didin Mulyanto, mengaku menyambut baik tawaran tersebut. Ia mengatakan, Pesantren Husnul Khotimah bisa mengerahkan jejaring pesantrennya untuk memenuhi pesanan ini.

“Bagi kami, pemenuhan pesanan ini tidak sulit. Selama ini kami juga memproduksi kerajinan bambu dengan standar bambu kering,” ujarnya.

Pesantren ini juga menerima tawaran beasiswa bagi santrinya untuk kuliah di University of Africa di Sudan. Perwakilan universitas terebut, Syeich Yasir Yusuf, secara khusus datang ke stand Jabar dan menawarkan beasiswa tersebut.

Ia mengatakan, lDesember ini Syeikh Yasir akan datang ke Indonesia. Pesantren Husnul khotimah akan mengikat memorandum of understansing (MoU) dengan University of Africa.

Sementara itu, Perusahaan GISB Malaysia ingin menjajagi pembelian udang Vaname dari Pesantren Idrisiyyah. GISB membutuhkan suplai udang satu container per bulan.

Sebagai tindak lanjutnya, Koppontren Al-Idrisiyyah akan megadakan pembicaraan dengan GISB perwakilan Indonesia di Sentul, Kabupaten Bogor.

Al Idrisiyyah juga mendapat komitmen pengadaan kerajinan tas pandan dari Sonaydemirci. Perusahaan ini ingin menjadi reseller produk kerajinan bambu dan tas jinjing untuk Eropa.

Idrisiyyah juga menerima pesanan sendok pengaduk kopi dari bambu dari perusahaan mesin pencucui piring Turki. Seperti diketahui, kafe-kafe di Eropa sudah mulai meninggalkan pengocek dari plastik.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X