Selasa, 10 Desember 2019

Pelaksanaan Lelang Masih Didominasi Penyelesaian Kredit Bermasalah

- 14 November 2019, 21:30 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Jumlah pelaksanaan lelang di Indonesia masih didominasi lelang eksekusi Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan. Aturan tersebut berkaitan dengan peran lembaga lelang membantu penyelesaian kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) lembaga keuangan dan juga melalui Lelang Sukarela.

Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum dan Informasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Barat Iskandar mengatakan bagi lembaga keuangan, penyaluran kredit memiliki peranan penting yakni sebagai sumber pendapatan yang diperoleh dari margin atau bunga yang dibayar oleh debitur.

Selain itu kredit juga pada awalnya bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional dengan mempermudah akses publik terhadap permodalan di samping melalui APBN.

Namun, di sisi lain, penyaluran kredit tersebut tidak serta merta lepas dari kredit bermasalah yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lembaga keuangan. Kredit bermasalah dapat menimbulkan semakin besarnya biaya pencadangan aktiva produktif yang harus disediakan oleh Lembaga Keuangan, dan mengurangi potensi laba yang akan diperoleh, lebih jauh akan mengurangi modal yang tersedia pada bank tersebut.

“DJKN bermitra dengan Lembaga Keuangan dalam hal membantu menurunkan Non Performing Loan (NPL) melalui lelang,” kataya saat seminar lelang yang digelar Kanwil DJKN Jabar bekerja sama dengan Balai Diklat Keuangan Cimahi, melalui siaran pers yang diterima “PR”, baru-baru ini.

Kegiatan yang diselenggarakan sebagai rangkaian Pekan Kekayaan Negara mengangkat tema Peran Strategis Lembaga Lelang Dalam Perekonomian Indonesia (percepatan dan optimalisasi lelang eksekusi).

Seminar yang kali kedua dilaksanakan tersebut ditujukan untuk mensosialisasikan lembaga lelang kepada jasa keuangan, balai lelang dan satuan kerja pemerintahan sebagai stake holder yang menggunakan jasa lelang. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat, Tavianto Noegroho dipandu moderator Pelelang Madya KPKNL Bandung, Palomes Tambunan.

Lebih lanjut, pada era digitalisasi saat ini, Iskandar mengatakan DJKN selalu melakukan inovasi berkelanjutan terhadap lelang yang dapat dilaksanakan melalui penggunaan media internet (e-auction) yang dapat diakses melalui laman www.lelang.go.id baik diakses melalui PC, laptop maupun gadget. Hal tersebut sebagai bentuk continous improvement yang dilakukan pemerintah dengan mewujudkan pembaharuan lelang serta upaya pelaksanaan marketing atas jasa pelayanan lelang kepada para potential-service user.

Beberapa keunggulan dari e-auction ini adalah modernisasi lelang yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengikuti lelang dengan lebih menghemat waktu dan biaya, membentuk database pelaksanaan lelang, dan menjadikan lelang sarana jual beli yang utama di masyarakat serta transparan dan akuntabel sekaligus memberikan potensi optimalisasi hasil lelang yang akan meningkatkan penerimaan negara.****



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X