Senin, 9 Desember 2019

Milenial Gemar Swafoto, Produk Kosmetik dan Perawatan Kulit Laris

- 13 November 2019, 21:31 WIB
PENGUNJUNG berswafoto pada salah stan kerajinan pada pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat 2019 di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 25 Oktober 2019. Kegiatan tersebut menampilkan produk unggulan kerajinan dan UMKM Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat guna meningkatkan potensi penjualan tingkat nasional hingga internasional.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Industri kosmetik dan perawatan kulit diprediksi akan berkembang semakin pesat tahun depan. Saat ini, rata-rata pertumbuhan industri kosmetik dan perawatan kulit mencapai 15 persen per tahun.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia Wilayah Jawa Barat, Michael Simon, di Bandung, Rabu 13 November 2019. Untuk penjualan secara online, menurut dia, pertumbuhannya mencapai 9-10 persen per tahun.

"Seiring tren peningkatan demand kosmetik dan perawatan kulit, pemain industri ini juga terus bertumbuh. Hampir setiap tahun, bermunculan brand kosmetik dan perawatan kulit yang baru," katanya.

Mengutip data Euromonitor International bertajuk The Future of Skin Care, pasar kosmetik dan perawatan kulit Indonesia tahun ini diprediksi mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat. Data yang sama juga menyebut bahwa Indonesia berpotensi menjadi penyumbang terbesar kedua untuk pertumbuhan perawatan kulit dunia.

Menurut dia, tren pertumbuhan permintaan kosmetik dan perawatan kulit tersebut salah satunya didorong tren swafoto di kalangan milenial. Demi tampil sempurna di depan kamera, generasi muda kerap memaksimalkan riasa wajahnya.

"Tren tersebut membuka peluang besar bagi eksistensi industri kosmetik dan perawatan kulit di dalam negeri," tuturnya.

Menurut dia, kian maraknya beauty blogger semakin mempopulerkan penggunaan kosmetik serta perawatan kulit di kalangan generasi milenial. Milenial sangat percaya pendapat influencer, seperti beauty blogger di media sosial.

"Indonesia merupakan salah satu pasar kosmetik yang sangat besar sehingga bisnis di bidang kosmetik akan prospektif dan menjanjikan bagi produsen yang ingin mengembangkannya di dalam negeri,” ujarnya.

Potensi pasar domestik tersebut, menurut dia, di antaranya datang dari terus menanjaknya jumlah populasi penduduk usia muda, khususnya milenial.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X