Senin, 9 Desember 2019

ASEAN dan Tiongkok Sepakat Lakukan Pertukaran Ahli Pertanian

- 12 November 2019, 21:59 WIB
PETANI menyemprotkan pestisida ke lahan persawahan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 18 Oktober 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- ASEAN dan Tiongkok sepakat untuk melakukan pertukaran ahli di sektor pertanian, kuliner, literatur, desain, perlindungan lingkungan, energi, dan digital. Pertukaran ahli tersebut dilakukan sebagai upaya transfer pengetahuan, pengalaman, dan teknologi, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ASEAN dan Tiongkok di sektor-sektor tersebut.

Demikian diungkapkan Ketua Delegasi Indonesia Mayjen (Purn) Sudrajat, pada The 12th China-ASEAN Confrence on People to People Friendship Organizations di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kab. Bandung Barat, Senin, 11 November 2019. Menurut dia, program pertukaran ahli tersebut baru dicanangkan tahun ini.

"Nantinya setiap negara akan mengirimkan ahli sesuai dengan keunggulan masing-masing," ujarnya.

Bagi Indonesia, menurut dia, program pertukaran ahli tersebut akan memiliki nilai strategis. Bahkan, menurut dia, dapat berdampak positif terhadap sektor perekonomian nasional.

"Saat ini kami masih memetakan keunggulan masing-masing negara peserta. Begitu juga dengan kuota pertukaran," tuturnya.

Selain pertukaran ahli, konferensi nonpemerintah ASEAN dan Tiongkok tersebut menyetujui total lima kesepakatan. Seluruh kesepakatan tersebut diproyeksikan untuk memperkuat perekonomian, perdamaian, keamanan, serta stabilitas di kawasan ASEAN dan Tiongkok.

Adapun kesepakatan kedua dari konferensi tersebut adalah pertukaran mahasiswa melalui project homestay jangka pendek. Program tersebut dimaksudkan untuk menggali nilai budaya dari kedua belah pihak dan melatih para pemimpin muda untuk saling memahami dan menghormati budaya ASEAN dan Tiongkok.

"Ketiga, para pemimpin negara-negara ASEAN mendukung China dalam program 'Inisiatif Belt and Road' & Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 (MPAC) sesuai pernyataan KTT Pemimpin Tiongkok-ASEAN ke-22 di Bangkok. Sebagai organisasi persahabatan non-pemerintah, kami bersedia untuk mempromosikan dan menantikan kerja sama yang terbuka, inklusif, transparan, serta saling menguntungkan antara kedua belah pihak,” ujar Sudrajat.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X