Rabu, 11 Desember 2019

256.000 Rumah di Jabar Belum Teraliri Listrik

- 12 November 2019, 19:29 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Hingga menjelang akhir 2019 ini sebanyak 256.000 rumah atau sekitar 0,01% dari total jumlah kepala keluarga (KK) di Jawa Barat (Jabar) belum teraliri listrik. Umumnya, lokasi rumah tersebut cukup jauh dari jaringan listrik eksisting milik PT PLN (Persero).

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Jabar, Bambang Tirtoyuliono, pada Bantuan Penyambungan Listrik Gratis Melalui Gerakan Sosial One Man One Hope PT PLN (Persero) Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 11 November 2019. Dana bantuan penyambungan tersebut bersumber dari penyisihan gaji pegawai PLN UP3 Cimahi.

"Persoalannya tidak semua domisili sporadis bisa dijangkau jaringan listrik PLN," ujarnya.

Kendati demikian, menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berkomitmen untuk merealisasikan target rasio elektrifikasi 100% pada 2023 melalui program Jabar Caang. Ia mengatakan, saat ini rasio elektrifikasi Jabar sudah mencapai 99,99%.

"Setiap tahunnya rasio elektrifikasi Jabar terus meningkat. PR kami tinggal 0,01%," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk rumah yang lokasinya cukup terpencil, pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan. Upaya tersebut dilakukan untuk menyiasati besarnya investasi yang diperlukan jika penerangan dilakukan dengan menyambung listrik PLN.

General Manajer PT PLN (Persero) Distribusi Jabar, Agung Nugraha, juga mengatakan bahwa penyebab belum terlistrikinya 256.000 rumah di jabar tersebut bukan karena kendala pasokan listrik. Namun, semata-mata karena persoalan lokasi.

"Aliran bukan persoalan. Jumlah pasokan juga cukup. Persoalannya lokasi yang jauh dan berjauhan, sehingga membutuhkan investasi tinggi untuk penyambungan listrik," ujarnya.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X