Minggu, 8 Desember 2019

2020, Pengembang Indonesia Targetkan Bangun 10.000 Rumah MBR di Jabar

- 30 Oktober 2019, 17:37 WIB
ILUSTRASI.*/DOK.PR

BANDUNG, (PR).- Pada 2020 Asosiasi Pengembang Indonesia (PI) menargetkan bisa membangun 9.000 sampai 10.000 unit rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Jawa Barat. Secara nasional, target yang dibidik PI pada periode tersebut adalah 41.000 unit.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PI, Barkah Hidayat di Bandung, Selasa, 22 Oktober 2019. Menurut dia, sesuai dengan realisasi serapan, target pembangunan MBR di Jabar merupakan yang terbesar dibanding provinsi lainnya.

"Berdasarkan angka yang diajukan teman-teman pengembang secara nasional, jika diakumulasikan, mereka sanggup membangun sampai 59.000 unit," ujar Barkah.

Akan tetapi, menurut dia, PI menetapkan 70% dari kesanggupan anggota sehingga keluarlah target 41.000 unit. Barkah menilai, target tersebut adalah yang paling realistis.

Tahun ini secara nasional anggota PI sudah membangun sekitar 20.000 rumah MBR. Capaian tersebut, menurut Barkah tidak terlepas dari jumlah anggota PI yang masih terbatas. 

"PI adalah asosiasi yang baru berdiri. Saat ini PI baru memiliki 18 DPD dan 5 lainnya masih dalam tahap persiapan. Total ada 23 DPD. Tahun lalu jumlahnya baru 12," tutur Barkah.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PI Jabar, Raihan Nuraditya juga mengaku optimistis target PI Jabar untuk memberikan kontribusi 9.000 sampai 10.000 unit rumah MBR pada 2020 akan tercapai.

Apalagi, menurut dia, angka backlog rumah di Jabar masih tinggi. Sejumlah praktisi memprediksi, angka backlog di Jabar masih mencapai 4,5 juta rumah. Jumlah itu setara kira-kira 30% dari backlog nasional yang mencapai 14 juta unit.

“Kami optimistis, target pembangunan 9.000 sampai 10.000 rumah MBR tahun depan bisa tercapai. Apalagi, fokus kami membangun rumah MBR. Hanya 40% yang menggarap sektor rumah komersial,” ujar Raihan.


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X