Minggu, 8 Desember 2019

Koperasi Perlu Terkoneksi dengan Usaha Besar

- 29 Oktober 2019, 21:19 WIB
MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tengah menyusul desain model bisnis yang menghubungkan antara usaha besar dengan UMKM. Dengan model bisnis kemitraan ini, diharapkan kedua kelompok usaha dapat lebih terintegrasi, serta mendapat porsi pembiayaan yang besar dari pemerintah. 

”Supaya yang kecil dan besar itu bisa terintegrasi. Kalau yang besar tumbuh nanti yang kecil ketarik juga. Hanya dengan ini kita bisa mendapatkan pembiayaan yang besar,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantornya, Selasa, 29 Oktober 2019. 

Dalam kesempatan itu, Teten menerima Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) Fadel Muhammad. 

Teten mengatakan, UMKM harus menjadi pondasi ekonomi Indonesia. Meskipun demikian, Presiden Jokowi tidak menginginkan struktur ekonomi hanya didominasi oleh UMKM saja. Hal ini bisa diupayakan dengan mendorong kerja sama antara UMKM dan usaha besar.

Apabila pola kemitraan ini berjalan baik, menurut Teten, bukan tidak mungkin Indonesia tumbuh menjadi sebuah negara maju sebagaimana didukung dengan hasil kajian dari Bank Dunia. "Saat ini kita sudah masuk ke G-20. Masuk G-20 bukan politik, tapi karena nilai ekonomi kita, uang yang beredar di kita sudah cukup besar, APBN dan swasta,” ujar Teten.

Untuk menuju negara maju, Teten mengatakan, Indonesia perlu melakukan empat hal penting, yakni pembangunan infrastruktur yang massif, pembangunan sumber daya manusia, institutional reformsi, dan inovasi.

“Untuk menjadi negara maju persoalan ini harus diberesin dulu, karena bahaya kalau gap terlalu besar,” katanya.

Teten menambahkan, gerakan koperasi memerlukan gebrakan baru. "Tentu harus ada langkah strategis bagaimana bisa koperasi berkolaborasi sehingga bisa memiliki daya saing lebih," ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia agar koperasi bisa bergeram dengan skala besar. "Alhamdulillah OJK dan BI juga sependapat sehingga nanti akan ada pembaharuan regulasi," tuturnya.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X