Persaingan Ketat, ODOL dan Safety Angkutan Barang Kerap Diabaikan

- 23 Oktober 2019, 20:37 WIB
TRUK angkutan barang.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Ketatnya persaingan membuat banyak perusahaan angkutan barang menghalalkan segala cara untuk dapat bertahan dan tetap tumbuh berkembang. Tidak sedikit diantara mereka yang mengabaikan aturan dan unsur keamanan (safety).

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Barat (Jabar), Widya Wibawa, di Bandung, Rabu 23 Oktober 2019. Oleh karena itu, menurut dia, Aptrindo Jabar mendukung pemerintah dalam penertiban kendaraan angkutan barang yang ODOL (Over Dimensi Over Loading).

"Aptrindo sangat mendukung penertiban ODOL dan aturan penerapan unsur keamanan pada setiap kegiatan angkutan barang, bain oleh swasta maupun perusahaan plat merah atau BUMN," katanya.
 
Ia mengatakan, pada dasarnya ODOL terjadi karena adanya tuntutan dari pemilik barang untuk dapat mengirimkan barang dalam jumlah banyak. Mereka menginginkan ongkos kirim murah dan frekuensi pengiriman yang sedikit.

Pemilik barang, lanjut dia, kerap menjadikan ongkos angkut murah sebagai pertimbangan utama. Di sisi lain, yang terpenting bagi pemilik angkutan adalah kendaraannya dapat beroperasi dan tidak menganggur.

"Asalkan bisa membantu biaya operasional kendaraan, walapun tidak 100%, biasanya pemilik kendaraan memilih memenuhi keinginan pemilik barang," tuturnya.

Tarif murah

Akibatnya, menurut dia, baik pemilik barang maupun kendaraan, kerap mengabaikan kondisi kendaraan yang akan digunakan. Mereka kerap memaksakan ODOL guna mengejar tarif murah.

"Keberadaan ODOL sebetulnya menimbulkan persaingan tidak sehat antarpengusaha angkutan barang. Bahkan, tidak jarang mengakibatkan kendaraan mogok, kecelakaan, kebakaran, dll," ucapnya.

Padahal, tutur Widya, ODOL menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi dunia usaha. Bahkan, beberapa kali kecelakaan yang terjadi pada kendaraan angkutan barang, seperti yang belum lama ini terjadi di tol Cipularang, mengakibatkan banyaknya korban jiwa.

"Kasus kebakaran yang menimpa kendaraan di gudang pemilik barang di Bekasi belum lama ini juga disebabkan karena ODOL dan diabaikannya faktor keamanan," tutur Widya. 

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X