Rabu, 29 Januari 2020

Industri Hasil Tembakau Alami Perlambatan, Ribuan Pabrik Rokok Gulung Tikar

- 17 Oktober 2019, 14:59 WIB
PETANI memanen tembakau di Cilaja, Desa Girimekar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Dalam lima tahun terakhir, industri hasil tembakau di Indonesia jalan di tempat, bahkan mengalami perlambatan. Dalam 10 tahun terakhir, ribuan pabrik rokok di Indonesia sudah gulung tikar.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP RTMM), Sudarto, melalui siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat, Kamis, 17 Oktober 2019. Kondisi ini, menurut dia, sudah berdampak pada penurunan kesejahteraan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Dalam 10 tahun terakhir ini korban PHK dari industri hasil tembakau sudah sangat tinggi," ujarnya.

Oleh karena itu, mereka meminta agar pemerintah lebih memperhatikan industri rokok, khususnya sigaret kretek tangan (SKT). Mereka juga meminta agar pemerintah membatalkan atau minimal menunda rencana kenaikan cukai dan harga jual eceran (HJE) rokok sebesar masing-masing 23% dan 35%.

Sudarto, mengatakan, jika rencana kenaikan cukai dan HJE direalisasikan, akan semakin banyak tenaga kerja industri hasil tembakau yang kehilangan pekerjaan. Kondisi tersebut, menurut dia, dipastikan akan berdampak negatif bagi perekonomian nasional. 

"Kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal," ujarnya.

Memberi perlindungan terhadap industri rokok kretek

FSP RTMM juga meminta agar pemerintah memperhatikan dan melindungi industri rokok kretek sebagai industri khas Indonesia yang padat karya. Pemerintah, menurut Sudarto, perlu memberikan perhatian pada kelangsungan dan kesejahteraan nasib para pekerjanya.

“Kami juga meminta agar setiap kebijakan pemerintah berkaitan dengan industri rokok dan tembakau, seperti penggunaan dana bagi hasil cukai tembakau atau DBHC -CT, memasukan aspek kesejahteraan dan perlindungan pekerja rokok dalam pemafaatannya," kata Sudarto. 

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X