Jumat, 13 Desember 2019

Permintaan Produk Fesyen Mengalami Perlambatan

- 13 Oktober 2019, 20:48 WIB
ILUSTRASI produk fesyen./*GLAMOUR MAGAZINE

BANDUNG, (PR).- Permintaan produk fesyen lokal mengalami perlambatan. Selain karena memasuki siklus low season permintaan, kondisi tersebut diprediksi tidak terlepas dari maraknya produk impor fesyen.

Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat (Jabar), Iwan Gunawan, mengungkapkan hal itu di Bandung, Minggu 13 Oktober 2019. Menurut dia, setiap tahunnya permintaan produk fesyen akan mengalami perlambatan setelah Lebaran.

"Kami berharap, memasuki akhir tahun atau paling lambat awal tahun depan, permintaan produk fesyen akan kembali bergairah," ujarnya.

Menurut Iwan, biasanya awal tahun permintaan produk fesyen untuk partai grosir mulai kembali menghangat. Pembeli biasanya adalah mereka yang menyimpan stok untuk kembali dijual menjelang Lebaran.

"Setelah Lebaran biasanya para pelaku usaha fesyen memang marak memberikan diskon untuk menarik konsumen. Program diskon bukan hanya diberlakukan untuk produk lama, tapi juga produk baru," katanya.

Program potongan harga tersebut, menurut dia, juga biasanya dilakukan oleh produsen dan penjualan fesyen yang memasarkan secara online. Pasalnya, menjelang akhir tahun biasanya e-commerce membuat promo hari belanja online.

"Persaingan di pasar online memang lebih ketat, sehingga membuat banyak pelaku usaha yang menjajal pemasaran online harus aktif melakukan promo untuk menarik konsumen," ujarnya.

Apalagi, karakteristik pasar Indonesia, khususnya menengah ke bawah, masih sensitif tehadap harga. Mereka tak segan memilih produk berharga murah, walaupun tak jarang harus mengorbankan kualitas.

Ini juga yang membuat produk impor berharga murah laris manis di pasaran, khususnya yang membidik pasar menengah ke bawah," katanya.


Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X