Minggu, 31 Mei 2020

Wisatawan Uzbekistan Akan Semakin Banyak Berwisata di Indonesia

- 10 Oktober 2019, 16:13 WIB
ILUSTRASI penerbangan wisata luar negeri.*/DOK PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Jumlah kunjungan wisatawan asing dari negara The Commonwealth of Independent States (CIS), khususnya Uzbekistan, diprediksi akan meningkat. Peningkatan kunjungan ke Indonesia itu akan terjadi setelah penerbangan langsung pesawat komersial milik maskapai Uzbekistan Airways rute Tashkent-Jakarta (PP) dibuka.

Penerbangan Tashkent-Jakarta diperkirakan membutuhkan waktu tujuh jam perjalanan. Rute itu akan secara resmi beroperasi mulai 27 Oktober 2019.

Country Manager Uzbekistan Airways, Azimkhon Khodjaev, mengatakan, rute Tashkent-Jakarta sebetulnya bukanlah rute baru. Hanya, selama ini, untuk menuju Jakarta dari Tashkent atau sebaliknya, penumpang harus transit di Kuala Lumpur terlebih dulu.

Namun, melihat besarnya potensi yang ada, pihaknya kemudian memutuskan untuk membuka penerbangan langsung Tashkent-Jakarta (PP). Ia pun mengharapkan akan lebih banyak lagi masyarakat di kedua negara untuk saling berkunjung, baik untuk keperluan bisnis, wisata, dan lainnya.

“Indonesia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar dunia tentu sangat menarik. Karena Uzbekistan memiliki banyak peninggalan peradaban Islam yang kuat, seperti makam Al Bukhari, sejarah tokoh Ibnu Sina. Kami meyakini hal tersebut sangat menarik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya saat peluncuran Penerbangan Langsung Tashkent-Jakarta, di Bandung, Kamis, 10 Oktober 2019.

Pemerintahnya pun, kata Azim, sudah memberlakukan peraturan bebas visa ke beberapa negara, salah satunya Indonesia. Hal tersebut merespon semakin meningkatnya banyak wisatawan Indonesia yang ingin melancong ke negara tersebut.

Di sisi lain, Azim mengatakan, wisatawan asal Uzbekistan tengah mencari destinasi wisata baru karena mulai jenuh dengan tujuan sebelumnya, seperti Malaysia dan Thailand. Indonesia yang memiliki keunikan dan keindahan alamnya diyakini akan menjadi destinasi tujuan wisatawan dari negaranya.

“Saya yakin Indonesia akan menjadi alternatif yang bagus. Untuk saat ini, penerbangannya dua kali seminggu. Tahun depan, frekuensi akan ditambah,” katanya.

Azim menuturkan, pihaknya pun tengah berkomunikasi dengan sejumlah maskapai domestik di Indonesia. Tujuannya untuk membangun konektivitas antara Jakarta dengan daerah lain di nusantara.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X