Senin, 16 Desember 2019

Jabar Perlu Roadmap Persusuan Terpadu

- 9 Oktober 2019, 19:22 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Jawa Barat (Jabar) memerlukan grand design roadmap persusuan terpadu. Hal itu diperlukan untuk mengakselerasi pencapaian target swasembada susu nasional.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat (Jabar), Mustopa Djamaludin, pada Focus Group Discussion (FGD) Koperasi di Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar, Jalan Rumah Sakit, Bandung, Rabu, 9 Oktober 2019. Jabar adalah penghasil susu kedua terbesar di Indonesia, setelah Jawa Timur (Jatim).

"Dengan berbagai persoalan yang ada, mulai dari SDM, lahan untuk pakan hijauan, dll, Jabar harus memiliki grand desain roadmap pengembangan persusuan. Mudah-mudahan Jabar punya," katanya.

Ia menuturkan, dulu Jabar sempat memiliki 100.000 sapi perah. Akan tetapi, saat ini populasinya sudah jauh menurun. Begitu juga dengan jumlah peternak sapi perah yang juga sudah menurun.

Padahal, kebutuhan susu terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi masyarakat. Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan roadmap persusuaan untuk menjaga eksistensi peternak susu Jabar sekaligus mendongkrak produksi susu.

"Jangan sampai profesi peternak sapi perah berhenti di generasi milenial. Kalau itu terjadi, ketergantungan Indonesia terhadap susu impor akan terus melonjak," ujarnya.

Saat ini saja, Indonesia sudah mengimpor 80% kebutuhan susunya. Hal itu terjadi karena produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 20% kebutuhan susu nasional.

Ketua GKSI, Dedi Setiadi, mengatakan, saat ini jumlah sapi perah di Jabar ada sekitar 62.000 ekor. Sementara rata-rata produksi susunya diperkirakan mencapai 451 ton per hari. 

"Sebetulnya kalau dari sisi jumlah sapi dan produksi susu, dalam lima tahun terakhir sudah meningkat. Sebelumnya produksi susu sapi Jabar hanya sekitar 400 ton per hari dari 57.000 ekor sapi," ujarnya.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X