Senin, 16 Desember 2019

Terkendala Pakan Ternak, Produksi Susu Lokal Hanya Penuhi 20% Kebutuhan

- 9 Oktober 2019, 14:57 WIB
SEORANG warga menunjukkan sapi perah peliharaannya di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 29 April 2019.*/HENDRO SUSILO/PR

BANDUNG, (PR).- Terkendala pakan hijauan, produksi susu lokal baru memenuhi 20% kebutuhan nasional. Padahal, pada 2025, Indonesia menargetkan untuk bisa memenuhi 50% kebutuhan susu secara mandiri.

Demikian diungkapkan Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Dedi Setiadi, pada Focus Group Discussion (FGD) Koperasi Persusuan yang digelar Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat (Jabar). FGD digelar di GKSI Jabar, Jalan Rumah Sakit, Bandung, Rabu, 9 Oktober 2019.

Ia mengatakan, kendala terbesar untuk meningkatkan produksi susu adalah sebagian besar peternak sapi perah di Indonesia, termasuk Jabar, tidak memiliki lahan untuk menanam rumput sendiri. "Hampir 70% peternak tidak memiliki lahan untuk menanam rumput," katanya. 

Sebanyak 20% peternak memiliki lahan, tapi jumlah rumput yang dihasilkan tidak mencukupi kebutuhan. Hanya 10% peternak Indonesia yang memiliki lahan dengan hasil rumput yang mampu mencukupi kebutuhan pakan ternaknya.

"Sebetulnya, salah satu solusi dari persoalan ini adalah bekerja sama dengan Perhutani dengan sistem bagi hasil," kata Dedi.

Saat ini, menurut dia, sudah ada peternak yang bekerja sama dengan Perhutani. Namun, persoalannya, ada tanaman keras di area itu, sementara rumput hanya menjadi tanaman sela.

"Idealnya adalah bekerja sama dengan perkebunan. Saat ini kami sudah menjajaki kerja sama dengan PTPN VIII. Uji coba akan dilakukan di Pangalengan dan Lembang," tuturnya.

Rencananya, menurut dia, di lahan tersebut akan ditanam jagung untuk kemudian dibuat silase. Pakan ternak sapi berupa silase awet hingga enam bulan.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X