Rabu, 11 Desember 2019

Jabar Harus Aktif Buka Pasar Ekspor Baru

- 6 Oktober 2019, 22:38 WIB
ILUSTRASI.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Jawa Barat harus lebih berani dan aktif membuka pasar baru bagi produk manufakturnya. Pasalnya, jika tetap hanya mengandalkan pasar tradisional sulit bagi Jabar untuk meningkatkan kinerja ekspornya karena mayoritas negara utama tujuan ekspor Jabar terkena dampak dari perlambatan ekonomi global.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan akibat sentimen perang dagang hampir semua negara mengalami perlambatan. Disebutkan diantaranya Amerika Serikat yang pada 2018 pertumbuhannya ekonominya menyentuh 2,9% diproyeksikan menjadi 1,9% pada 2019 dan 1,7% pada 2020, Tiongkok dari 6,6% pada 2018 menjadi 6,2% pada 2019 dan kembali turun menjadi 6,0% pada 2020.

Begitu pun dengan Jepang, Korea, dan Uni Eropa yang juga diproyeksikan mengalami kondisi serupa. Perang dagang juga berdampak terhadap perekonomian ASEAN-5 (Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Indonesia) yang diperkirakan melambat hingga 3,3%, terendah sejak krisis 2008.

“Dampak perang dagang AS-Tiongkok imbasnya kepada volume perdagangan global yang terus turun,” ujarnya di Bandung, belum lama ini.

Bahkan, indeks perdagangan global saat ini merupakan yang terendah sejak 2008-2009. Kondisi tersebut tentunya akan sangat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Jabar, mengingat industri pengolahan dan mayoritas berorientasi ekspor merupakan salah satu penopang utama perekonomian wilayah ini.

Apalagi, akibat meningkatnya tensi dari perang dagang, setiap negara memproteksi pasarnya masing-masing.

Melihat perkembangan tersebut, menurut Josua penting bagi Jabar untuk lebih aktif membidik negara tujuan ekspor baru. Terutama ke negara-negara yang saat ini masih baik pertumbuhan ekonominya. Misalnya India, Afrika, dan Timur Tengah.

“Di tengah melambatnya perekonomian negara-negara di dunia, masih ada negara yang perekonomiannya stabil dan pertumbuhannya cukup solid. Ini yang harus dibidik, tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasar ekspor yang itu-itu saja karena jika ekonomi global melambat ya pasti kena dampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan Free Trade Agreement (FTA) dengan beberapa negara yang potensial. Hal tersebut diyakini akan mampu mendongkrak kembali kinerja ekpor Jabar.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X