Jumat, 28 Februari 2020

Hampir Semua Daerah Gagal Panen, Bulog Pastikan Harga Beras Stabil

- 30 September 2019, 10:38 WIB
ILUSTRASI.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Barat (Jabar) berjanji, kekeringan dan kemarau panjang yang terjadi di sejumlah daerah tidak akan mengerek harga jual beras di pasaran. Stok beras di gudang Bulog melimpah dan akan mencukupi kebutuhan hingga panen raya tiba.

Kepala Bulog Divre Jabar, Benhur Ngkaimi, berjanji, Bulog akan menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat tidak panik dan cukup berbelanja beras sesuai kebutuhan.

"Stok beras Bulog luar biasa banyak. Kami akan memasok berapapun kebutuhan pasar," ujarnya, di Jln. Soekarno Hatta, Bandung, akhir pekan lalu.

Kalaupun di lapangan terjadi indikasi potensi kenaikan harga, menurut dia, Bulog akan menggelontorkan stok yang tersimpan di gudang agar harga kembali normal. Saat ini pun Bulog terus melakukan operasi pasar melalui distributor dan jaringan outlet Bulog di seluruh wilayah.

"Saat ini jumlah outlet Bulog, baik Toko Pangan di pasar dan Rumah Pangan Bulog  di semua wilayah berjumlah 15.400 unit," kata Benhur.

Jika dalam perjalanan menuju panen raya terjadi kenaikan harga beras, ia berjanji, Bulog akan 'menyerang' titik-titik yang mengalami kenaikan harga. Ia menjamin, jika swasta dan pedagang mengetahui bahwa stok beras Bulog melimpah, mereka tidak akan berani berspekulasi menaikkan harga jual beras

Menurut dia, saat ini stok beras di gudang Bulog Jabar mencapai 360.000 ton. Kebutuhan Jabar untuk ketahanan pangan sampai akhir tahun, selama tiga bulan, diprediksi Benhur mencapai 125.000 ton.

"Masih ada sekitar 230 ribuan lagi. Kalau Januari sampai Februari belum ada panen, stok yang ada masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan beras di Jabar," ujarnya.

Kegagalan panen di hampir semua daerah

Benhur mengatakan, saat ini panen gadu di Jabar sudah selesai dan hampir semua daerah diindikasikan mengalami gagal panen. Di wilayah Ciamis juga Pantai Utara Jawa (Pantura), seperti Cirebon, Indramayu, dan Subang, umumnya hanya bisa panen jerami karena lahan terlalu kering.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X