Rabu, 1 April 2020

Sektor Otomotif Alami Kontraksi Sepanjang 2019

- 27 September 2019, 17:06 WIB
ILUSTRASI industri otomotif.*/REUTERS

Dia mengatakan, kondisi perlambatan global memiliki dampak yang sangat besar bagi Indonesia. Sebab, Indonesia masih mengandalkan produk komoditi yang sangat sensitif pada pertumbuhan ekonomi dunia. 

"Jadi, kita terkena dampak ganda. Selain kuantitasnya mengalami penurunan,  juga terjadi penurunan harga komoditas," ujar Onny.

Dikatakannya, penurunan volume dagang tersebut direspon bank sentral berbagai negara untuk menurunkan suku bunga acuannya. Suku bunga yang tetap hanya Malaysia dan Tiongkok.

Meskipun demikkan, menurunnya pertumbuhan dan volume perdagangan dunia dapat menyebabkan likuiditas meningkat. Hal ini menyebabkan aliran modal ke negara berkembang masuk. "Meskipun ini sifatnya folitile tergantung yield masing-masing negara," imbuhnya.

Melihat prospek perkembangan saat ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2019 tidak lebih dari 5,2 persen. Sementara, kredit perbankan tumbuh 10-12%.

Menurut Onny, tantangan ekonomi domestik juga ada pada defisit transaksi berjalan yang saat ini sudah hampir mencapai 3%. "Kita lakukan upaya bersama agar target defisit perdagangan di bawah tiga persen bisa terjaga," ujarnya.***

loading...

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X