Selasa, 7 April 2020

Sektor Otomotif Alami Kontraksi Sepanjang 2019

- 27 September 2019, 17:06 WIB
ILUSTRASI industri otomotif.*/REUTERS

DENPASAR, (PR).- Perlambatan ekonomi global berdampak besar pada kinerja pertumbuhan perdagangan beberapa sektor di Indonesia. Salah satu yang paling terdampak adalah pertumbuhan otomotif">sektor otomotif yang diprediksi akan mengalami kontraksi hingga -10% pada tahun ini. 

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan, pertumbuhan otomotif">sektor otomotif hingga pertengahan tahun 2019 sudah mengalami kontraksi hingga -11%. "Kami prediksi hingga akhir tahun mengalami kontraksi hingga -10 %," ujar dia saat Pelatihan Wartawan Bank Indonesia di Denpasar, Jumat, 27 September 2019.

Dia mengatakan, kinerja otomotif">sektor otomotif sangat berhubungan erat dengan kondisi ekspor komoditas. Untuk kendaraan komersil, kinerjanya sangat tergantung pada kinerja perdagangan batu bara. Sementara, pertumbuhan kendaraan penumpang sangat bergantung pada kondisi ekspor CPO. 

"Jadi, ketika perdagangan batu bara dan CPO turun, maka berbanding lurus dengan kinerja otomotif yang ikut menurun," ujarnya. 

Kinerja pertumbuhan yang landai juga terjadi pada kendaraan roda dua yaitu sekitar 4,4%. Hal itu bisa disebabkan karena rumah tangga sudah banyak yang memiliki kendaraan roda dua sehingga ruang gerak pertumbuhannya semakin sempit.

"Selain itu, saat ini masyarakat juga sudah banyak yang menggunakan transportasi online sehingga mengurangi penggunaan motor," katanya. 

Meskipun demikian, Andry mengatakan, beberapa sektor masih memiliki pertumbuhan yang tinggi. Misalnya, sektor properti rumah yang tumbuh 20% namun untuk rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar.

BI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2019 tidak lebih dari 5,2%

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, mengatakan, tren pertumbuhan ekonomi global cenderung mengalami penurunan. Hal ini menghambat pertumbuhan perdagangan dunia.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X