Senin, 17 Februari 2020

BJB Luncurkan QR Code Akhir Agustus

- 25 Agustus 2019, 11:49 WIB
KOMISARIS Utama Bank BJB, Farid Rahman disaksikan Dirut Yuddy Renaldi dan Direktur Operasional Tedi Setiawan berbicara pada acara Media Gathering di Denpasar, Sabtu, 24 Agustus 2019. Bank BJB saat ini tengah berfokus mengembangkan dan memperkuat layanan perbankan digital untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) akan meluncurkan sistem pembayaran berbasis Quick Response (QR) Code pada 31 Agustus. Soft launching akan dilakukan di kawasan Braga, Bandung.

Demikian diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Bank BJB, Yuddy Renaldi, pada Media Gathering Bank BJB di Seminyak, Bali, Sabtu, 24 Agustus 2019. Ia mengatakan, QR code BJB telah sesuai dengan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru saja diluncurkan Bank Indonesia (BI) pada 17 Agustus. 

"Sebelumnya kami sudah melakukan uji coba QR Code di lingkungan internal Bank BJB dan berjalan mulus," tuturnya.

Bank BJB, menurut dia, juga sudah mengantongi izin dari BI untuk memberikan layanan QR Code bagi masyarakat. QR Code BJB tersebut akan terkoneksi dengan BJB Digi, aplikasi mobile banking dari Bank BJB. 

Yuddy mengatakan bahwa layanan QR code merupakan salah satu strategi Bank BJB untuk memperkuat layanan digital. Upaya tersebut menjadi strategi Bank BJB untuk mendongkrak rasio dana murah (curent account saving account/CASA).

"CASA ratio Bank BJB masih di bawah 50%. Kami menargetkan, dengan digitalisasi, CASA Bank BJB bisa naik menjadi 52%," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bank BJB sudah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar untuk mengembangkan layanan digital. Dana tersebut akan diinvestasikan untuk peningkatan infrastruktur TI Bank BJB .

Direktur IT, Treasury, dan International Banking Bank BJB, Rio Lanasier, mengatakan, pengembangan TI merupakan strategi Bank BJB dalam mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee based income) serta meningkatkan efisiensi operasional. Menurut dia, berdasarkan sebuah study, digitalisasi akan meningkatkan efisiensi operasional hingga 70%.

"Seiring dengan pergeseran kehidupan ke arah digital, industri perbankan pun dituntut untuk terus melakukan inovasi guna merespon kebutuhan konsumen. Mereka yang lamban mengadaptasi perubahan, akan tergilas," kata Rio.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X