Jumat, 5 Juni 2020

Serat Bambu, Solusi Alternatif Bahan Baku Kertas

- 20 Agustus 2019, 21:19 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Pemerintah terus menggenjot penelitian bahan baku alternatif pembuatan kertas di tanah air. Strategi tersebut selain untuk menekan impor, meningkatkan diversifikasi produk, juga sebagai alternatif pemecahan masalah industri kertas terkait energi dan lingkungan.

Plt Kepala Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Budi Susanto mengatakan sejak beberapa waktu terakhir pihaknya melakukan penelitian produk serat bambu. Hasil penelitian menunjukan serat bambu dapat digunakan sebagai bahan baku serat rayon untuk tekstil dan sebagai penguat yang efektif untuk komposit yang lebih ringan, ramah lingkungan (biodegradable).

“Selain itu, kelebihan lain dari serat bambu adalah sumbernya yang melimpah dan tidak diharuskan mengikuti skema Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)," ujarnya di Bandung, belum lama ini.

Ia menambahkan pemanfaatan limbah serat untuk energi atau yang dikenal sebagai Refused Paper Plastic Fuel (RPF) merupakan penelitian yang sangat aplikatif di industri kertas. Hasil penelitian ini pun dapat digunakan sebagai solusi alternatif di bidang energi dan lingkungan.

Dijelaskan, hasil penelitian menunjukan nilai kalori dari RPF Iebih tinggi dibandingkan batubara. Penggunaan RPF juga dapat mencegah terbentuknya Slagging dan Fouling yang dapat menimbulkan masalah pada Boiler.

“Subtitusi batubara dengan 10% penggunaan RPF dapat menurunkan Gas Rumah Kaca (GRK) sampai 9%. Pemanfaatan limbah serat untuk Energi yang dapat menjadi alternatif pemecahan masalah di
industri kertas untuk bidang energi dan lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, ditingkat global Indonesia merupakan salah satu pemain utama di Industri kertas. Indonesia termasuk dalam 10 besar produsen pulp dan 6 besar produsen kertas di dunia. Sedangkan di Asia Indonesia termasuk dalam 3 besar produsen pulp dan 4 besar produsen kertas.

Industri ini pun memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Hal itu di antaranya dapat dilihat dari pertumbuhan industri kertas dan barang dari kertas termasuk dalam salah satu sektor industri pengolahan non migas yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada triwulan I-2019.

Namun, disisi lain industri tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan dan hambatan yang dikhawatirkan dapat memengaruhi daya sain dari produk kertas tanah air. Oleh karena itu sejak
beberapa waktu terakhir, Kementrian Perindustrian melalui BPPK terus menggenjot sejumlah penelitian terutama bagi industri pulp, kertas , derivat selulosa dan industri pendukung Iainnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X