Minggu, 15 Desember 2019

Mandiri Bantah Isu Serangan siber dan Kebangkrutan

- 14 Agustus 2019, 09:33 WIB
*/ANTARA FOTO

BANDUNG, (PR).- Bank Mandiri menegaskan isu serangan siber dan ancaman kebangkrutan tidaklah benar. Isu yang dihembuskan melalui media sosial tersebut dinilai tidak bertanggung jawab dan dapat merusak kepercayaan masyarakat.

“Pesan  gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan bahwa bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil Cina adalah tidak benar. Tindakan penyebaran isu itu  merupakan upaya pendiskreditan dengan tujuan merusak kepercayaan masyarakat, baik kepada Bank Mandiri, perekonomian Indonesia serta pemerintah RI,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas melalui keterangan yang diterima Pikiran Rakyat di Bandung, Rabu, 14 Agustus 2019.

Rohan mengemukakan Bank Mandiri merupakan Bank milik pemerintah terbesar di Indonesia dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia. Dengan demikian, seluruh aktivitas yang dilakukan akan terawasi.

“Dengan kondisi ini, tidak mungkin segala kejadian tidak dimonitor dan diawasi oleh kedua institusi tersebut. Kami melihat, informasi yang disebarkan melalui kanal media sosial tersebut seperti diskenariokan oleh pihak tertentu yang memiliki itikad tidak baik untuk mengganggu perekonomian dan pemerintah,” ujar Rohan.

Lebih lanjut, Rohan mengatakan Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak pelaku penyebaran isu tersebut. Bank Mandiri pun mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong karena dapat melanggar UU ITE.***



Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X