Senin, 16 Desember 2019

Pelaku Industri Tekstil Dirugikan Lagi karena Listrik Padam, PLN Dinilai Tidak Profesional

- 4 Agustus 2019, 16:44 WIB
ILUSTRASI pemadaman listrik.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Industri kembali menelan kerugian yang cukup besar akibat terputusnya lagi pasokan listrik. Kejadian yang sudah sering berulang akibat gangguan di fasilitas yang dimiliki PLN dinilai sebagai cerminan ketidakprofesionalan manajemen dari perusahaan pelat merah tersebut.

Menanggapi padamnya listrik yang terjadi pada Minggu, 4 Agustus 2019, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat, Kevin Hartanto, mengungkapkan, hal itu tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit yang harus ditanggung industri. Mulai dari terganggunya proses produksi, labor cost yang terbuang sia-sia, bahan baku yang terbuang, hingga kerusakan komponen elektrik pada mesin.

Kevin yang dihubungi “PR” Minggu, 4 Agustus 2019, memaparkan, proses produksi industri tidak mengenal hari Minggu ataupun malam. Artinya, aktivitas produksi dilakukan selama 24 jam yang terdiri dari tiga shift dan empat regu.

Karena itulah, pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan shift yang bertugas pada masa tersebut tidak dapat melakukan pekerjaannya karena tidak ada listrik. Artinya, labor cost tetap dibayar meski tidak ada kegiatan produksi yang dilakukan.

Berkaitan dengan proses produksi, pemadaman akan mengganggu proses pemintalan benang. Saat listrik padam tiba-tiba, proses spinning terganggu dan benang pun terputus. Untuk membereskan hal tersebut, diperlukan setidaknya satu shift pekerja.

Kemudian, pada industri tenun, pemadaman menyebabkan hasil kain yang diproduksi akan dibawah standar sehingga dipastikan menjadi kerugian. Sementara, pada proses pencelupan, semua zat kimia yang telah ditumpahkan tidak dapat dipergunakan lagi. Kain yang tengah dicelup pun warnanya akan belang sehingga membutuhkan beberapa kali perbaikan.

“Belum lagi jika kita berbicara berapa banyak komponen listrik di mesin yang rusak. Jangankan berhenti total, komponen yang sensitif ketika hanya trip 1-2 detik pun akan mengalami kerusakan, apalagi kalau berhenti total. Kemudian, juga Ipal yang menggunakan listrik. Maka bisa dibayangkan berapa besar dampak kerugiannya bagi industri,” ujar Kevin.

Merujuk pada besarnya ancaman kerugian yang dihadapi industri serta berulangnya pemadaman listrik, diakui Kevin, sangat disayangkan. Pelaku usaha tak menyangka peristiwa tersebut akan kembali terjadi.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X