Senin, 25 Mei 2020

40 Perusahaan Buka 6.000 Lowongan Kerja

- 3 Agustus 2019, 06:43 WIB
KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sumedang Asep Sudrajat, tengah menjelaskan rencana penyelenggaraan ‘Pameran Kesempatan Kerja Sumedang, Job Fair 2019’ di Media Center kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Jumat 2 Agustus 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sumedang membuka lowongan kerja sebanyak 6.000 orang. Lowongan kerja sebanyak itu untuk ditempatkan pada 40 perusahaan. Tak hanya di wilayah Kab. Sumedang saja, termasuk di Bandung dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi).   

Ribuan lowongan kerja tersebut,  akan dibuka pada “Pameran Kesempatan Kerja Sumedang, Job Fair 2019”  di halaman Gedung Negara dan Alun-alun Sumedang,  Jalan Prabu Geusan Ulun No 36 Sumedang, 7-8 Agustus nanti mulai pukul 9.00 sampai 15.00.

“Job Fair (bursa kerja) ini kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat para pencari kerja di Kab. Sumedang.  Bursa kerja ini  program Kementerian Tenaga Kerja yang diberikan dan diselenggarakan oleh Pemkab Sumedang melalui Disnakertrans. Penyelenggaraan bursa kerja ini untuk mendorong program pak bupati dalam menekan masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran,” tutur Kepala Disnakertrans Kab. Sumedang Asep Sudrajat pada “Ekspose Job Fair 2019” di Media Center Pemkab Sumedang di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Jumat 2 Agustus 2019.

Acara tersebut dihadiri Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans, Asep Rahmat yang dipandu Kabag Humas dan Protokol Asep Tatang Sujana. 

Menurut Asep Sudrajat, dari sekitar 6.000 lowongan kerja, kebutuhan tenaga kerja  paling besar di antaranya PT Timuraya Jaya Lestari di Kec. Cikalongwetan, Kab. Bandung Barat mencapai 1.800 orang, PT Kaldu Sari Nabati Indonesia di Jalan Soekarno Hatta, Kec. Babakan Ciparay Bandung  1.180 orang dan PT Sudinar Artha Jalan Gegerkalong Hilir Bandung  650 orang. “Dan banyak lagi, perusahaan yang membutuhkan,” tuturnya. 

Menekan pengangguran  

Untuk persyaratan lengkapnya, kata dia,  bisa dilihat langsung di website Kemenaker atau brosur yang sudah disebarkan dan diumumkan di sejumlah media. Misalnya, jenjang pendidikannya dari SMP sampai perguruan tinggi. Jenis lowongan pekerjaannya, dari mulai industri tekstil, makanan hingga elektronik.

“Alhamdulilah, belum juga sebulan, masyarakat yang mendaftar terutama melalui online hingga kini sudah mencapai sekitar 2.500 orang. Ini membuktikan, masyarakat para penari kerja sangat antusias dengan bursa kerja ini. Selain pendaftaran online, kami juga melayani pendaftaran ofline Pendaftarannya gratis, tidak dipungut uang sepeser pun,” ucap Asep.

Ia mengatakan,  bursa kerja di Kab. Sumedang tersebut, berkat kerja keras  Disnakertrans dalam mengakses langsung Kementerian Tenaga Kerja. Sebab, bursa kerja itu dinilai sangat penting dan mendesak guna menekan masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Kab. Sumedang. “Tingginya jumlah pengangguran dan kemiskinan ini,  menjadi perhatian serius  pak bupati dan wabup. Oleh karena itu, melalui bursa kerja ini  kami berupaya  mendorong program pak bupati  dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” katanya.

Lebih jauh Asep  menjelaskan,  angka kemiskinan di Kab. Sumedang  diakui cukup tinggi.  Tingkat kemiskinan tahun 2018 lalu mencapai  9,79%. Persentase tersebut,  melampaui angka rata-rata kemiskinan di Jawa Barat 9,76%.  Tingginya angka kemiskinan,  membuat Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wabup Erwan Setiawan  berupaya untuk menurunkannya. Target penurunan angka kemiskinannya dilakukan secara  progresif di kisaran  0,7-0,8% setiap tahunnya. Dengan penurunan tersebut, berarti dalam setahun Pemkab Sumedang harus mengentaskan kemiskinan sebanyak 12.000 orang.  Dengan target tersebut, angka kemiskinannya bisa turun drastis menjadi 5,6%  pada tahun 2023 nanti.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X