Senin, 24 Februari 2020

Dana Investasi Tidak Nongol karena Empat Unicorn Indonesia Diklaim Singapura

- 30 Juli 2019, 17:59 WIB
ILUSTRASI investasi.*/CANVA

JAKARTA,  (PR).- Penanaman modal asing (PMA) langsung ke empat unicorn tanah air ternyata tidak masuk ke Indonesia, melainkan ke Singapura. Hal itu disebabkan lokasi induk perusahaan start up tersebut tercatat di Singapura, sehingga aliran dananya tidak langsung masuk ke Indonesia. 

"Terus terang, jika dilihat riset Google dan Temasex yang menunjukan peta ekonomi digital Asean, maka empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn Singapura. Jadi Singapura memiliki empat unicorn,  sementara Indonesia nol," ujar Kepala Badan Koordinator Penanamam Modal, Thomas Lembong,  di Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.

Dia mengatakan, faktanya, empat unicorn Indonesia yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak memang memiliki induk perusahaan di Singapura. Dengan demikian, investasi asing akan masuk melalui Singapura. Sementara, dana yang masuk ke Indonesia langsung dibayarkan ke vendor atau supplier dari Singapura

"Ini yang sering membingungkan. Ada statement penanaman modal baru, tapi kok enggak nongol-nongol arus modal dalam bentuk investasinya," ujar Thomas. 

Dia menambahkan, empat unicorn tersebut memang mengalirkan arus modal ke Indonesia. Namun secara teknis, arus modal tersebut tidak masuk ke sebuah PT sehinga tidak tercatat senagai investasi di Indonesia.

"Mereka bayar ke Indonesia dalam bentuk sewa kantor, iklan, sewa motor. Jadi enggak dalam bentuk PMA. Ternyata strukturnya seperti itu," ujarnya. 

Kinerja investasi 2019 menunjukkan pemulihan

Sementara itu, Thomas menyatakan, realisasi investasi di Indonesia terus menunjukan ke arah pemulihan. Data investasi periode semester I tahun 2019 mencapai Rp395,6 triliun. 

Angka tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp212,8 triliun atau naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp395,6 triliun atau naik 16,4 %. Investasi tersebut menyerap 490.715 tenaga kerja. 

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X