Minggu, 31 Mei 2020

Konsumsi Warga Pangandaran di Atas Rata-rata Membuat Cabai Jadi Mahal

- 29 Juli 2019, 02:39 WIB
PEDAGANG sayuran di pasar Pananjung Pangandaran kesulitan untuk mendapatkan cabe kriting, meski pun ada tetapi mahal harganya, Minggu, 28 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Kekeringan melanda di beberapa wilayah, hal ini menyebabkan harga cabai di pasar, terutama pasar yang ada di Kabupaten Pangandaran melonjak tajam. 

Untuk harga cabai keriting saja dari Rp 60.000 bisa naik hingga Rp 80.000 perkilogramnya, hal ini terjadi di pasar Pananjung Pangandaran. 

Tidak hanya cabai keriting yang mengalami kenaikan harga, kata Sutrisno pedagang sayur di pasar Pananjung, untuk cabai rawit juga mengalami kenaikan. 

"Hampir sama kayak cabai keriting, sampai Rp 80.000 perkilogramnya," ungkap Sutrisno, Minggu, 28 Juli 2019.

Menurut Sutrisno, kenaikan harga cabai terjadi sejak dari sebulan yang lalu hingga sekarang. "Justru kalau pas lebaran kemarin harga cabai bisa lebih murah," katanya. 

Kenaikan harga cabai, lanjut Sutrisno, disebabkan kondisi ladang pertanian yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang terjadi di beberapa wilayah.

"Kayak cabai kami kan belinya ke Jawa Tengah," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi. 

Kondisi harga bahan pokok di pasaran terus dipantau oleh pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui dinas terkait. 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi Dan UMKM Kab Pangandaran, Drs. Tedi Garnida membenarkan adanya kenaikan sebagian bahan pokok seperti cabai di pasar-pasar yang ada di wilayah Kab. Pangandaran dengan alasan dampak dari musim kemarau yang membuat ladang-ladang pertanian mengalami kekeringan.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X