Perbankan akan Lebih Kompetitif dalam Menawarkan KPR

- 23 Juli 2019, 04:46 WIB
FOTO ilustrasi kredit perumahan rakyat.*/ANTARA

JAKARTA,  (PR).- Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dinilai belum akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja  penyaluran kredit pemilikan rumah di semester II tahun 2019. Meskipun demikian,  kebijakan tersebut membuat perbankan akan lebih kompetitif dalam menawarkan kreditnya. 

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Ananta Wiyogo,  mengatakan 2019 merupakan tahun yang cukup menantang bagi penyaluran kredit perumahan. Perlambatan ekonomi global mempengaruhi penurunan konsumsi masyarakat. 

Meskipun demikian, kinerja PT SMF dalam menyalurkan KPR pada semester I mencapai Rp 5,33 triliun. Angka itu meningkat 23,25 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rl 4,3 triliun. 

"Realisasi itu mencapai 53,3 % dari target 2019. Dengan demikian,  akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 Juni 2019 mencapai sebesar Rp52,846 triliun, "ujar Ananta saat konferensi pers di Jakarta,  Senin 22 Juli 2019.

Dia mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari pembiayaan sebesar Rp42,691 triliun dan sekuritisasi KPR sebesar Rp10,155 triliun. Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 775ribu debitur KPR yang tediri dari 76% pembiayaan dan 24% sekuritisasi. 

loading...

Untuk sekuritisasi, Ananta mengatakan, SMF telah bekerjasama dengan tiga bank yang berencana menjual asetnya sepanjang 2019. "Penjualan aset tersebut bertujuan untuk menambah likuiditas perbankannya, "ujarnya. 

Direktur SMF Heliantopo mengatakan,  SMF tengah giat dalam menelisik potensi pengambangan bisnis. Pekan lalu, SMF melakukan penandatanganan kerjasama dengan Housing and Urban Guarantee Corporation (HUG), Korea terkait pertukaran informasi seputar kebijakan perumahan dan jaminan sistem pembiayaan perumahan.
“Apa yang dilakukan HUG dengan membantu lebih dari 12 juta rumah tangga dalam kepemilikan rumah ini juga telah membantu pemerintah mereka mencapai tujuannya. Bukan tidak mungkin model bisnis penjaminan perumahan yang dilakukan HUG,” ujarnya. 

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005. Lembaga ini berada di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan.***

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X