Minggu, 15 Desember 2019

Uu Ruzhanul: Kita tidak Makan Handphone

- 17 Juli 2019, 04:11 WIB
WAKIL Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengunjungi sejumlah stand yang ditampilkan banyak kabupaten/kota pada pembukaan Hari Krida Pertanian ke-47/2019, di Kompleks Stadion Dadaha, Tasikmalaya, Selasa 16 Juli 2019.*/KODAR SOLIHAT/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap komitmen dan berfokus kepada sektor pertanian. Sebab, sektor pertanian, terutama pangan,  merupakan faktor vital bagi masyarakat Jawa Barat dan nasional, yang harus ditunjang keberadaan sejumlah kawasan pertanian abadi.

Pernyataan tersebut dilontarkan Uu Ruzhanul Ulum, saat membuka peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47/2019 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Kompleks Stadion Dadaha Tasikmalaya, Selasa 16 Juli 2019. 

“Perda sawah abadi diterapkan, sebagai solusi agar keberadaan sawah tak cepat habis. Mulai tahun 2020, Jawa Barat akan fokus kepada pertanian, demi kelangsungan sumber pangan, dengan ditunjang upaya memunculkan daya tarik usaha pertanian bagi generasi muda,” ujar Uu Ruzanul Ulum. 

Ia pun mengingatkan, sesukses apa pun pembangunan, jika tak terdapat sumber pangan, akan membuat kondisi masyarakat menjadi rawan. Bahkan, nilai dan peran sektor pertanian, seiring waktu menjadi akan semakin mahal dan semakin dibutuhkan, apalagi jumlah penduduk Jawa Barat terus meningkat sehingga kebutuhan pangan pun terus naik. 

“Kita tidak makan handphone, atau barang-barang lainnya,  tapi kita makan hasil pertanian.  Sebanyak apa pun uang, jika tak ada hasil.pertanian, sesuatunya tak sempurna," ujar Uu Ruzhanul Ulum, yang disambut tepuk tangan meriah hadirin saat pembukaan HKP ke-47 itu. 

Karena itu, disebutkan, perda sawah abadi harus segera dibuat dan diterapkan pada berbagai kabupaten/kota. Sebab, kini penyusutan areal sawah di Jawa Barat sudah memprihatinkan, rata-rata 10 persen per tahun. 

Untuk memunculkan dan menambah daya tarik usaha pertanian bagi kalangan muda, menurut  Uu Ruzhanul Ulum, sektor pertanian di Jawa Barat harus naik kelas. Tentunya, pertanian harus dijadikan sektor usaha yang berorientasi menguntungkan, dimana faktor ini yang menjadi pertimbangan generasi muda dalam menekuni suatu usaha. 

Pada sisi lain, disebutkan, bahwa Provinsi Jawa Barat diketahui masih menjadi penghasil beras terbesar kedua nasional, dimana sentra-sentra produksinya ada di Subang, Karawang, Indramayu, dll. Bahkan, Jawa Barat diharapkan dapat kembali muncul menjadi lumbung padi terbesar nasional, untuk mendukung kebutuhan masyarakat akan sandang, pangan, papan, kesehatan, dan daya beli.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika, menyebutkan, bahwa langkah perlindungan lahan-lahan dan usaha pertanian merupakan faktor penting, terhadap keinginan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang ingin mengembangkan sektor pariwisata. 


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X