Senin, 16 Desember 2019

Cukai Plastik, Selamatkan Lingkungan dan Tambah Pendapatan Negara

- 9 Juli 2019, 13:23 WIB
ILUSTRASI cukai.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Ketua  Bidang Ekonomi Pengurus Pusat GP Ansor Sumantri Suwarno berpendapat, pemerintah seharusnya jeli, masih banyak sumber sumber pendapatan negara yang belum digali dan dimanfaatkan oleh pemerintah menjadi sumber pendapatan negara. Ini bisa menutupi atau mengurangi defisit anggaran negara.

Dikatakannya, di negara-negara lain, plastik sudah mulai dikenakan cukai. Karena itu sudah saatnya pemerintah menerapkan cukai bagi industri maupun pemakaian plastik di tanah air. Selain untuk melindungi  lingkungan dan alam sekitar dari bahaya plastik, juga untuk menambah pundi-pundi pendapatan negara.

"Pemerintah memang perlu lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan negara di bidang cukai. Bukan hanya berkutat pada industri tertentu saja yang sudah dikenai cukai dan mencapai target. Tapi pemerintah harus menggali sektor lain yang perlu dikenakan cukai. Di antaranya minuman bersoda dan industri plastik itu sendiri,” papar Sumantri.

Industri  tembakau jangan terlalu diperas

Dia menyesalkan pemerintah yang terlalu banyak berkutat pada penarikan cukai di industri rokok atau tembakau. Sementara cukai di produk atau industri lainnya masih diabaikan. Menurut konsultan keuangan beberapa perusahaan property ini, industri tembakau  jangan terlalu diperas dengan mengenakan cukai yang terlalu berat atau kenaikannya berulang-ulang. Sebab Industri rokok maupun tembakau selain memberikan pendapatan langsung bagi negara yang jumlahnya ratusan triliun juga menyerap lapangan pekerjaan  bagi  rakyat .

Industri rokok maupun tembakau merupakan salah satu sumber pendapatan negara baik langsung maupun tidak langsung. Yang langsung, industri rokok dan tembakau membayar cukai rokok yang cukup signifikan jumlahnya. Pendapatan tidak langsung, industri rokok dan tembakau menyerap lapangan pekerjaan yang banyak, sebab industri rokok dan tembakau itu padat modal. Jutaan tenaga kerja mendapatkan sumber pendapatan dari industri rokok. Baik dengan menjadi petani tembakau,  karyawan atau buruhnya, maupun industri ikutannya seperti periklanan, transportasi, dan perdaganganya atau retailernya.

"Jadi pemerintah harus fair atau adil dalam memperlakukan industri rokok dan tembakau di tanah air. Jangan dipukuli terus. Jangan dikenakan cukai terus, Sebab kalau industri rokok dan tembakau kolaps saat ini akan membahayakan perekonomian kita,” katanya.

Ditambahkan Sumantri, dalam mengelola keuangan dan perekonomian negara, di saat harga komoditi di tingkat dunia saat ini sedang mengalami penurunan  Pemerintah harus lebih berhati-hati. Selain menghemat anggaran  pemerintah juga harus lebih kreatif dengan menggali potensi-potensi cukai di sektor lain.***

 



Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X