Kamis, 23 Januari 2020

Sudah Ada Koperasi yang Dibubarkan karena Tidak Aktif

- 6 Juli 2019, 07:20 WIB
ILUSTRASI.*/DOK. PIKIRAN RAKYAT

Pentingnya keberadaan pendamping koperasi, menurut dia, juga adalah untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) koperasi dan memodernkan koperasi. Salah satu kendala untuk modernisasi koperasi, menurut dia, adalah SDM.

"SDM koperasi umumnya sudah berusia di atas 40 tahun ke atas, sehingga tidak akrab dengan perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, diperlukan pendamping yang bisa membumbing koperasi untuk mengimplementasikan teknologi informasi," ujarnya.

Dengan upaya tersebut, Dekopinwil Jabar menargetkan agar ke depan koperasi di Jabar akan tampil sebagai koperasi unggul dengan mengoptimalkan potensi daerah. Koperasi Jabar juga ditargetkan untuk kembali menjadi penggerak kekuatan ekonomi rakyat.

"Kami sudah menyaring 40 dari 270 koperasi unggulan Jabar. Ke-40 koperasi ini diharapkan akan menjadi embrio koperasi berkualitas yang akan menjadi magnet bagi koperasi lainnya," kata Mustopa.

Ia mengaku optimistis, kolaborasi antara 40 koperasi dan pendamping koperasi yang baik akan mampu menghasilkan output koperasi yang berkualitas. "Target kita adalah menciptakan koperasi yang unggul dan juara lahir batin," tuturnya.

Saat menutup kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, juga mengaku berharap, ke depan koperasi Jabar akan tumbuh semakin besar. Ia juga mengaku berharap agar ke depan loperasi bisa terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Banyak yang bisa dikerjasamakan antara koperasi dengan BUMN, seperti Bulog, Pertamina, PLN, dll. Kolaborasi koperasi dan lembaga lain sangat diperlukan untuk memperkuat peran dan fungsi koperasi," tuturnya.***

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X