Rabu, 11 Desember 2019

Sudah Ada Koperasi yang Dibubarkan karena Tidak Aktif

- 6 Juli 2019, 07:20 WIB
ILUSTRASI.*/DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat (Jabar) meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyiapkan pendamping untuk meningkatkan kualitas koperasi. Setiap kabupaten/kota membutuhkan sedikitnya 10 orang pendamping koperasi.

Demikian diungkapkan Ketua Dekopinwil Jabar, Mustopa Djamaludin, pada Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Koperasi di Hotel Bumi Kitri Pramuka, Jln. Cikutra, Bandung, Jumat (5/7/2019). Ia mengatakan, kebutuhan pendamping koperasi sangat mendesak.

"Ada sejumlah permasalahan koperasi yang harus segera diselesaikan jika Jabar ingin menjadi juara di sektor ini," ujar Mustopa.

Salah satunya, menurut dia, adalah peningkatan jumlah koperasi tidak aktif, sekitar 2,5%-3% per tahun. Peningkatan jumlah koperasi tidak aktif tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan penambahan koperasi baru. 

Ia memperkirakan, koperasi di Jabar hanya tumbuh sekitar 0,5% per tahun. Jumlah koperasi Jabar sendiri saat ini sekitar 23.000 dan yang aktif diperkirakan sebanyak 15.000 unit.

"Sebelumnya kan 25.000. Sudah ada yang dibubarkan dan saat ini tinggal 23.000," katanya.

Dari seluruh koperasi yang tersisa, menurut dia, belum semuanya menggelar rapat anggota tahunan (RAT). Kendati sudah digelar program reformasi total koperasi yang digelar Kemeterian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), namun kesadaran koperasi untuk menggelar RAT juga ia nilai masih rendah.

"Peningkatan jumlah koperasi yang menggelar RAT dengan digelarnya program reformasi total koperasi juga tidak terlalu menggembirakan. Peningkatannya hanya sekitar 3%-4%. Seharusnya minimal 10%," tuturnya.

Urgensi keberadaan pendamping koperasi, menurut dia, adalah untuk mendorong koperasi Jabar menjalankan fungsinya dengan baik, termasuk rutin menggelar RAT. Dengan demikian, koperasi Jabar akan lebih unggul dan sehat.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X