Minggu, 8 Desember 2019

Penurunan Harga Tiket Pesawat Tak Akan Berdampak Signifikan

- 3 Juli 2019, 17:17 WIB
ILUSTRASI penurunan tiket pesawat.*/DOK PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Penurunan harga tiket pesawat diprediksi tidak akan berdampak signifikan pada peningkatan jumlah penumpang penerbangan dan mobililitas wisatawan di tanah air. Pasalnya, mekanisme diskon yang disepakati tersebut sebetulnya bukan sesuatu hal yang baru dan telah dipraktikkan oleh maskapai penerbangan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan secara prinsip upaya yang dilakukan pemerintah perlu diapresiasi. Menurutnya penurunan harga tiket pesawat yang hanya diberlakukan pada jam dan hari tertentu tidak cukup efektif untuk meningkatkan kembali jumlah pengguna pesawat terbang yang sejak beberapa waktu terakhir turun hingga lebih dari 20%.

“Peningkatan tentu akan ada, tapi tidak akan terlalu pengaruh. Dampaknya tidak signifikan,” ujarnya yang ditemui disela Halalbihalal dan Musyawarah Daerah Ke XI Asita Jabar, di Bandung, Selasa 3 Juli 2019.

Alasannya, lanjut Budijanto, maskapai sebetulnya sejak dulu telah mengobral harga tiket pada jadwal penerbangan yang dianggap tidak laku. Ditambah lagi, jumlah kursi yang disediakan untuk diskon tersebut tidak banyak.

“Sebaiknya berlakukan pembagian sub-class, ini yang lebih sesuai. Jika tujuannya adalah untuk share moda transportasi, seolah kita kembali ke masa dimana hanya segelintir saja yang bisa bepergian menggunakan pesawat terbang,” katanya.

Diberitakan sebelumnya Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Evaluasi Kebijakan Penurunan Tarif Angkutan Udara yang digelar di kantor Kementerian Perekonomian memutuskan pemerintah dan pihak terkait akan menyediakan penerbangan murah rute domestik pada setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, antara pukul 10.00 hingga 14.00 (waktu lokal).

Pada penerbangan tersebut akan diberikan diskon 50% dari Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat. Biaya penerbangan murah ini, menurut Susiwijono, akan ditanggung bersama oleh maskapai, pengelola bandara, penyedia bahan bakar, dan airnav.

Kenaikan harga tiket pesawat sejak November 2018 telah mempengaruhi jumlah penumpang angkutan udara domestik. Tercatat, Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari–Mei 2019 mencapai 29,4 juta orang atau turun 21,33% dibanding periode yang sama tahun lalu 37,4 juta orang.

Pada kesempatan tersebut, Budijanto juga menyoroti tentang kesinambungan penumpang pasca pemindahan sejumlah rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati. Diungkapkan, pada awal penerapan pemindahan tersebut load factor dari penerbangan masih cukup baik.


Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X