Kebanyakan Orang Tak Setuju Pemindahan Rute Penerbangan

- 14 Juni 2019, 06:06 WIB
FOTO udara landasan Bandara Kertajati di Majalengka.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
FOTO udara landasan Bandara Kertajati di Majalengka.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Pemindahan sejumlah rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Kertajati Majalengka (KJT) yang direncanakan akan dilakukan mulai 15 Juni 2019 menuai pro kontra dari masyarakat sebagai calon penumpang. Dari pooling yang dilakukan “PR” melalui google form dan media sosial, mayoritas atau sekitar 64,5% responden tidak setuju dengan pemindahan tersebut.

Sedangkan 28,5% responden merespons setuju, kemudian 7% menjawab setuju namun dengan syarat sarana prasarana serta akses menuju dan dari Bandara Kertajati sudah lebih baik, khususnya Tol Cisumdawu sudah dapat dipergunakan.

Pada pooling yang dilakukan tersebut, sekitar 70% responden berjenis kelamin laki-laki sedangkan 30% responden merupakan wanita. Dari sisi usia, 70% responden memiliki usia di atas 35 tahun sedangkan 30% responden usianya masih di bawah 35 tahun.

Adapun alasan dari responden yang tidak setuju dengan pemindahan tersebut mayoritas dikarenakan lokasi yang dinilai terlalu jauh dari Bandung sementara infrastruktur transportasi, khususnya tol belum tersedia, sehingga waktu tempuh menjadi lebih panjang. Kondisi tersebut menyebabkan responden harus mengalokasikan waktu lebih lama jika harus terbang dari Bandara Kertajati.

Selain itu, moda transportasi umum yang tersedia pun dinilai masih belum maksimal sehingga menyulitkan calon penumpang untuk mencapai fasilitas tersebut. Kemudian, persoalan sarana pendukung lainnya masih belum tersedia, seperti hotel yang tentunya akan menyulitkan calon penumpang yang tiba di KJT tersebut pada waktu malam.

Dari keberatan yang disampaikan, mayoritas responden (63%) mengaku tidak akan terbang dari Kertajati dan memilih untuk terbang melalui bandara lain, seperti Bandara Soekarno Hatta atau Bandara Halim Perdanakusumah. Sementara, sekitar 27% responden memilih menggunakan moda transportasi lain, seperti kereta api (apabila daerah tujuan masih dapat dicapai dengan menggunakan jalur darat). Sementara sisanya mengaku akan tetap memilih terbang dari Bandara Husein Sastranegara, dan baru akan membuat keputusan berdasarkan daerah yang menjadi tujuan.

Sedangkan alasan responden yang menjawab setuju dengan pemindahan rute tersebut lebih bervariasi. Di antaranya dikarenakan alasan mendukung program pemerintah, pembangunan infrastruktur, dan mendorong pemerataan perekonomian Jabar, kapasitas atau daya tampung Bandara Husein Sastranegara sudah tak lagi memadai serta lokasinya yang berada di tengah kota dan berada di cekungan sehingga riskan dari sisi keselamatan penerbangan. Kemudian, alasan untuk menghidupkan Bandara Kertajati yang dinilai secara kapasitas, fasilitas lebih baik sehingga diyakini akan lebih nyaman bagi penumpang juga menjadi alasan yang diutarakan para responden.

Kunjungan wisata ke Bandung mungkin berkurang

Selain melakukan pooling, “PR” juga mewawancarai sejumlah masyarakat. Di antaranya Lucky, warga Cimahi menilai sebaiknya pemerintah tidak memindahkan rute penerbangan yang ada. KJT dan BDO seharusnya saling melengkapi apalagi banyak wisatawan yang datang ke Bandung karena keberadaan Bandara Husein.

“Jangan-jangan kalau dipindah ke Majalengka malah berkurang kunjungan wisatawannya. Jangan sampai keputusan memindahkan malah menimbulkan opportunity cost yang tinggi,” ujarnya.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X