Rabu, 1 April 2020

Jenang Tebarkan Aroma Khas karena Dibakar dengan Arang

- 1 Juni 2019, 03:20 WIB
PROSES pembuatan jenang jaket cukup melelahkan bisa mencapai tiga jam. Seorang perajin sedang mengaduk adonan yang dipanaskan oleh arang.*/EVIYANTI/PR

BANYUMAS, (PR).- Pusat-pusat   kuliner yang menyajikan masakan, minuman jajanan atau camilan khas daerah  bakal mendulang rupiah. Produsen berbagai produk makanan telah  menambah stok produksinya, karena Lebaran  permintaan  bakal mengalami lonjakan berlipat-lipat. 

Seperti  produk 'jenang jaket pratama',   camilan asal Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, setiap Lebaran selalu kebanjiran order, baik order dari pemudik maupun permintaan bagi warga setempat. Jenang jaket memang pas  sebagai suguhan bagi tamu yang "saling beranjang sana" atau silaturahmi. 

Napsiah merupkan salah satu pengelola produk 'jenang jaket pratama',   yang membuka gerai di Jalan PKK RT 5 RW 4, Kelurahan Mersi, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Pada hari biasa dia hanya membuat empat wajan besar  yang terbuat dari tembaga besar berdimeter sekitar 1.5 meter, orang setempat menyebut wajan besar dengan jadi. Tapi pada setiap lebaran dia akan menambah kapasitas produksinya. "Kalau nggak nambah sayang sebab permintaan setiap Lebaran bisa sampai 3 hingga 5 kali lipat per hari dibanding  saat normal," katanya.  

Sekali masak membutuhkan bahan baku adonan beras ketan sekitar 55 kilogram  atau setara 170 kemasan, satu kemasan berisi 16 potong jenang.

loading...

Namun menjelang Lebaran seperti sekarang ini, dia harus menambah stok, mulai H-5 hingga H+1, produknya bertambah menjadi 10 wajan  atau  tiga kali lipat dari hari-hari biasa. 


Legendaris

Jenang jaket memang legendaris,  produk asli Banyumas sudah  diproduksi  turun temurun sejak 1980-an. Dalam gerainya dia menyebut jenang jaket pratama karena memang yang pertama. Nama "Jenang Jaket" merupakan kepanjangan dari Jenang Asli Ketan," ujar Napsiah.
 
Rata-rata jenang dibuat dari beras biasa, namun orangtua Napsiah yang mengawali membuat jenang dengan beras ketan, ciri khasnya  tekstur jenang lebih lembut dan lentur. "Beda kalau bahan bakunye beras, tekstur keras," kata Napsiah  

Sehingga tidak heran jenang mirip dodol dari beras ketan menjadi buruan pemudik karena rasanya unik. Ada campuran santan kelapa dan gula kelapa sehingga bau dan rasanya lebih legit. 

Jenang jaket biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil pas untuk oleh-oleh dan suguhan untuk tamu pada saat Lebaran atau  kenduri. Di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya jenang jaket sering dijumpai pada saat acar resepsi pernikahan hajatan sunatan sukuran atau kenduri. 

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X