Sabtu, 29 Februari 2020

Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Pengangguran Terbanyak

- 6 Mei 2019, 17:36 WIB
PENCARI kerja.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai provinsi yang paling banyak memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara nasional, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Februari 2019. Dibandingkan data BPS per Agustus 2018, Jawa Barat saat itu menempati posisi kedua setelah Banten.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan‎ TPT Jabar mencapai 7,73 persen. Jumlah tersebut sebenarnya lebih rendah dibandingkan survey sebelumnya sebesar 8,17 persen. Meskipun demikian, secara peringkat, kini Jawa Barat menjadi provinsi dengan TPT tertinggi.

Sementara, Banten yang sebelumnya menempati posisi pertama dengan persentase sebesar 8,52 persen, kini berada di posisi kedua sebesar 7,58 persen. Provinsi dengan TPT terendah ditempati oleh Bali sebesar 1,19 persen. Angka tersebut semakin rendah bila dibandingkan data BPS sebelumnya sebesar 1,37 persen.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Margo Yuwono, mengatakan, tinginya TPT di Jabar dipengaruhi oleh kondisi industri. Selama ini, Jawa Barat dikenal sebagai provinsi dengan jumlah industri yang tinggi. Hal itu memacu penduduk di luar Jawa Barat untuk pindah ke provinsi ini. 

Namun akhir-akhir ini, banyak industri di Jabar yang pindah ke Jawa Tengah. Hal itu dipengaruhi oleh tingginya upah minimum regional (UMR) Jabar. "Banyak industri yang pindah ke Jateng karena memiliki UMR jauh lebih rendah," kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

Menurut Margo, migrasi industri tersebut menyebabkan lapangan kerja di Jabar menjadi berkurang. Di sisi lain, banyak warga luar Jabar yang terlanjur pindah ke provinsi tersebut. "Ini yang akhirnya memacu penganguran menjadi tinggi,"ujarnya.

Sementara, faktor lain adalah banyaknya tenaga kerja di Jawa Barat yang bekerja di sektor pertanian. Namun, saat ini, panen raya bergeser dari sebelumnya Februari- April menjadi Maret-Mei.

"Ini yang menyebabkan saat melakukan survey, buruh tani banyak yang tercatat belum mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X