Senin, 16 Desember 2019

Bupati Serang Minta Ada Jadwal Rutin Jualan Kopi di Pendopo

- 25 April 2019, 11:40 WIB
BUPATI Serang, Ratu Tatu Chasanah mengunjungi tempat jualan kopi di Pendopo Serang.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Produksi Kopi di Kabupaten Serang masih belum optimal. Walau demikian tanaman yang masuk skala prioritas tersebut memiliki rasa yang tidak kalah enak dari kopi lainnya di tanah air.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, jika dilihat di Dinas Pertanian Kabupaten Serang, kopi ini menjadi tanaman yang unggulan. Hanya saja persoalannya perlu‎ ada penyelesaian dari hulu ke hilir. Karena kopi boleh dibilang menjadi kebutuhan pokok. 

"Jadi menurut saya kalau kopi ini ditangani sampai ke hilir, di proses, sampai dijual tentunya ini akan menjawab persoalan tenaga kerja, terus nilai tambahnya bisa dirasakan langsung masyarakat," ujarnya saat ditemui dalam acara Festival Kopi Banten dengan tema ‘Banten Punya Kopi’ di Pendopo Bupati Serang, Rabu 24 April 2019.

Tatu mengatakan produksi kopi di Kabupaten Serang, hingga saat ini belum maksimal. Namun demikian, kopi ini masuk ke dalam tanaman skala prioritas. Dirinya meyakini kopi yang ada di wilayahnya tidak kalah enak dengan kopi lain yang ada pusat-pusat perbelanjaan. 

"‎Sekarang sebetulnya di daerah dataran rendah seperti Cinangka, Padarincang sudah (menanam kopi). Tapi saya tekankan setelah dipanen terus dijual mentahnya, gak ada nilai tambahnya buat masyarakat. Padahal sekarang ini dimana-mana kopi ini sedang happening," katanya.

Oleh karena itu, dirinya ingin kopi ini bisa menjadi budaya di Kabupaten Serang. Saat ini, kata dia, di Kabupaten Serang pun sudah banyak terdapat kedai kopi. Hanya saja Pemda harus mendorong agar mereka bisa lebih dimunculkan. "Seperti ini ada tempat (pendopo) yang coba diberikan ke mereka untuk kumpul. Ini pendopo juga daerah yang strategis, bisa dijangkau semua orang. Saya minta ke panitia coba di pendopo ini ada jadwal rutin mereka bisa kumpul seperti ini," tuturnya.

Tatu mengharapkan nantinya tempat tersebut bukan hanya untuk jualan namun jadi tempat diskusi. Bisa dengan dinas terkait yakni distan, antar kedai atau dengan petani kopi.

Sementara, Kepala Distan Provinsi Banten, Agus‎ M Tauchid mengatakan‎ luas lahan pertanian Kopi di Banten saat ini mencapai 6.468 hektare. Lahan pertanian tersebut sebarannya paling banyak ada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang dengan jenis kopi robusta.

Sedangkan untuk produksi baru mencapai 2.428 ton pertahun. Jumlah ini terhitung kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan komunitas kopi yang luar biasa. "Pertumbuhan kedai kopi di Banten cepat sekali, ini menandakan bahwa geliat ekonomi Banten bergeliat dengan cepat," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X