Senin, 9 Desember 2019

Peternak Lokal Butuh Sentuhan Teknologi

- 24 April 2019, 18:39 WIB
BUPATI Indramayu Supendi mengecek sapi yang akan diikutkan dalam kontes di Dinas Peternakan Hewan Indramayu, Rabu 24 April 2019.*/ GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Tingginya kebutuhan akan daging sapi di Kabupaten Indramayu belum diimbangi dengan pasokan dari peternak lokal. Sejauh ini kebutuhan sapi di Indramayu banyak dipasok dari luar daerah. Pemerintah daerah berencana mengeluarkan kebijakan untuk memunculkan peternak baru.

Bupati Indramayu Supendi mengatakan, untuk mengatasi minimnya peternak diperlukan dukungan penuh terhadap peternak yang sudah ada. Pemerintah daerah berencana mendukung pengembangan peternak sapi lokal. Menurutnya saat ini peternak masih menggunakan cara lama dalam mengembangbiakkan sapi.

Para peternak membutuhkan sentuhan teknologi. Dia menilai, kemampuan para peternak lokal sudah mumpuni. "Terutama hasil inseminasinya cukup bagus. Sapinya besar-besar hampir menyamai limousine impor," katanya saat mengecek ke Dinas Peternakan Hewan Indramayu, Rabu 24 April 2019.

Sebagai penyuka daging sapi, Supendi pun bisa merasakan mana yang rasanya baik dan kurang. Menurutnya rasa sapi peternak lokal sudah baik. "Lebih nikmat daging sapi lokal daripada impor," ungkapnya. Dia meyakini pembinaan yang baik akan menghasilkan kualitas para peternak yang baik juga.

Pemerintah daerah akan mendukung para peternak supaya lebih maju lagi. Jika sudah maju diharapkan juga muncul peternak-peternak baru yang tertarik mengikuti jejak serupa. "Itu harapannya. Saya berharap juga ada perhatian khusus dari pemerintah provinsi dan pusat," tuturnya. Pemerintah daerah berencana akan mengembangkan fasilitas bagi peternak lokal Indramayu.

Kepala Dinas Peternakan Indramayu Joko Pramono mengatakan, kebutuhan sapi setahunnya mencapai sekitat 10.000 ekor. Peternak sapi lokal Indramayu baru bisa memenuhi 20 persennya saja. "Masih sedikit peternak di Indramayu," katanya. Masih minimnya peternak disayangkan oleh Joko. Sebab potensi peternakan di Indramayu cukup tinggi.

Saat ini, dinas peternakan juga terus mengajak para peternak untuk beralih menggunakan teknologi. Sebab dengan sentuhan teknologi sudah terbukti ada peningkatan kualitas hewan ternak. "Artinya sapi tidak cukup diberi jerami saja. Harus dengan konsentrat juga," tutur dia.

Dia juga mengatakan, akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam rangka pengembangan hewan ternak Indramayu. Skema yang mungkin ditempuh yakni dengan melibatkan masyarakat dalam mengembangbiakkan dan mengurus sapi. Dengan demikian, perekonomian warga bisa ikut terangkat dengan adanya rencana itu.

Kamis 25 April 2019, dinas peternakan akan menggelar kontes sapi se-Indramayu. Kontes itu digelar guna menjaring bibit-bibit sapi unggulan milik peternak lokal. Kegiatan itu rutin dilakukan setiap tahun. ***


Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X