Senin, 9 Desember 2019

Merespons Hasil Sementara Pilpres 2019, Rupiah Bisa di Bawah Rp 14.000 per Dolar

- 19 April 2019, 20:31 WIB
NILAI tukar rupiah/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Tren penguatan rupiah diyakini masih akan terus berlanjut. Bahkan nilai tukar rupiah diprediksi akan mampu menembus angka di bawah Rp 14.000 atau paling tidak bertahan di level tersebut hingga semester II-2019.

Ekonom dari Universitas Padjadjaran Teguh Santoso mengatakan, penguatan rupiah sebetulnya telah terlihat sejak beberapa waktu terakhir atau sekitar awal Maret.

Hal itu didorong faktor ekonomi global yang ditandai adanya relaksasi kebijakan moneter yang dilakukan Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut kemudian mendorong adanya aliran dana masuk ke Indonesia. Sejak Januari-awal April, terdapat dana sekira Rp 90 triliun yang masuk ke Indonesia.

“Kemudian setelah melalui proses pemilu dan hasil versi quick count membuat pelaku pasar merespons. Ternyata hasil tersebut sesuai ekspektasi pasar sehingga menanbah kepecayaan diri pelaku pasar untuk investasi,” katanya di Kota Bandung, Jumat 19 April 2019.

Sejam usai dirilisnya hasil Pemilu 2019 versi quick count, aliran modal yang masuk mencapai Rp 1,2 triliun.

Sejumlah perusahaan manajemen investasi memperkirakan aliran dana asing ke pasar saham dan obligasi tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp 84 triliun.

“Ini bukan angka yang kecil. Dengan tambahan likuiditas dolar tersebut, diprediksi rupiah akan menguat. Mungkin tidak sampai ke level Rp 13.000 per dolar AS tapi masih mungkin terjadi dibawah Rp 14.000,” kata Teguh Santoso.

Terkait kondisi tersebut, dia mengatakan, ketika hasil hitungan cepat Pemilu 2019 menunjukkan kemenangan untuk petahana, bagi pelaku pasar, hal tersebut merupakan peluang, khususnya terkait pengelolaan ekonomi.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X