Jokowi Ajak Masyarakat Patuh Bayar Pajak, Prabowo Kejar Pengemplang Pajak

- 14 April 2019, 05:41 WIB
ILUSTRASI pajak.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Gagasan yang ditawarkan kedua calon presiden terhadap berbagai permasalahan dan tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa ini dalam debat capres yang digelar Sabtu 13 April 2019 masih bersifat parsial dan normatif. Belum ada suguhan ide ataupun terobosan yang dinilai menyentuh aspek fundamental ataupun akar dari permasalahan ekonomi yang dihadapi.

Dari sisi penguasaan materi pun, kedua calon pun relatif berimbang dan saling memiliki kelebihan serta kekurangan. Jokowi sebagai petahana fokus pada melanjutkan serta memperbaiki berbagai strategi dan program yang telah dilakukan, sementara Prabowo fokus pada improvement dari berbagai program yang telah ada.

Hal tersebut disepakati oleh tiga ekonom yang hadir dalam nonton bareng debat capres dengan tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri di Kantor Pikiran Rakyat Bandung, Sabtu 13 April 2019 malam.

Ketiganya yakin Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran Yudi Azis, SE, S.Si., S.Sos., MT., Ph.D, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad Maman Setiawan, S.E., M.T., Ph.D, dan Pakar Keuangan Mikro Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec.

loading...

Dalam perdebatan mengenai ekonomi dan kesejahteraan sosial, Maman menggarisbawahi strategi yang ditawarkan keduanya masih merupakan kerangka besar, tidak spesifik, dan masih parsial. Tidak ada satupun kandidat yang masuk ke masalah peningkatan daya saing produk pertanian dan maritim. Padahal, hal itulah yang menjadi kunci jika ingin mendorong nilai tukar petani dan juga daya saing dari produk tanah air.

Hal senada diungkapkan Kurniawan yang menilai kedua kandidat tidak menyinggung permasalahan rantai pasok yang sebetulnya telah menjadi masalah sejak lama. Alhasil, kebijakan yang ditawarkan pun masih normatif.

Yudi Azis pada tema kesejahteraan sosial berpendapat poin pentingnya adalah bagaimana meningkatkan akses perempuan ke pekerjaan sektor formal atau bagaimana melindungi perempuan kala berkecimpung didunia tersebut. Akan tetapi, disayangkan kedua kandidat hanya memaparkan betapa strategisnya peranan perempuan, khususnya didalam entrepreneurship dan tidak menyinggung cara melindungi perempuan agar memiliki akses yang lebih luas.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X